Ekonomi

Dari Warung Sederhana, Siti Julaeha Sukses Kembangkan Usaha hingga Jadi Agen BRILink

Global Sulteng
×

Dari Warung Sederhana, Siti Julaeha Sukses Kembangkan Usaha hingga Jadi Agen BRILink

Sebarkan artikel ini
Dari Warung Sederhana, Siti Julaeha Sukses Kembangkan Usaha hingga Jadi Agen BRILink
Sebuah rak warung sederhana menjadi titik awal perjalanan usaha Siti Julaeha, seorang ibu rumah tangga di Lebak, Banten. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Sebuah rak warung sederhana menjadi titik awal perjalanan usaha Siti Julaeha, seorang ibu rumah tangga di Lebak, Banten.

Berawal dari menjual kebutuhan sehari-hari sejak 2017, kini usahanya berkembang pesat hingga menjadi andalan masyarakat sekitar.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Siti Julaeha memulai usahanya dengan modal Rp2 juta melalui program PNM Mekaar, sembari tetap bekerja.

Namun, saat pandemi COVID-19 melanda, ia memutuskan berhenti bekerja dan fokus mengembangkan warung sembako miliknya.

“Di tengah kondisi sulit, saya tidak menyerah. Justru dari situ usaha saya mulai berkembang,” ucal Siti, Rabu (8/4/2026).

Dukungan permodalan, pendampingan usaha, hingga pelatihan dari PNM membuat usahanya semakin stabil.

Skema angsuran yang ringan juga membantu Siti mengatur keuangan, sehingga ia tetap bisa memutar modal sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga.

Melihat perkembangan usahanya, Siti kemudian mendapat kesempatan menjadi Agen BRILink.

Baca juga: BRI Peduli Layani 9.500 Warga dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Peluang tersebut langsung ia ambil, mengingat tingginya kebutuhan layanan transaksi keuangan di lingkungannya.

“Di sekitar tempat tinggal saya belum ada Agen BRILink, jadi peluangnya besar,” ujarnya.

Keputusan itu terbukti tepat. Kini, usaha warung sembako dan layanan BRILink miliknya saling mendukung.

Warung tetap berjalan, sementara layanan transaksi keuangan semakin ramai digunakan warga.

Berkat konsistensi dan kerja keras, Siti kini berhasil memiliki toko dan rumah yang terpisah, sebuah pencapaian yang mencerminkan pertumbuhan usahanya secara berkelanjutan.

Secara terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa melalui anak usaha BRI, PNM, pihaknya menghadirkan program PNM Mekaar untuk memberdayakan perempuan prasejahtera yang belum tersentuh layanan keuangan formal.

“Sinergi Holding Ultra Mikro menjadi wujud komitmen dalam memperluas akses keuangan, khususnya bagi ibu-ibu prasejahtera,” tuturnya.

Hingga Februari 2026, PNM tercatat telah melayani 22,9 juta nasabah perempuan ultra mikro di 60.250 desa di seluruh Indonesia.

Lebih dari 1,4 juta nasabah bahkan telah naik kelas ke BRI dan Pegadaian untuk mengembangkan usaha mereka.

Selain itu, lebih dari 420 ribu nasabah PNM Mekaar kini telah menjadi Agen BRILink, sekaligus memperkuat inklusi keuangan dan menggerakkan ekonomi di tingkat komunitas.