GLOBALSULTENG.COM, PALU – Bank Indonesia mengungkapkan Sulawesi Tengah (Sulteng) berada pada peringkat kedua pertumbuhan ekonomi secara nasional setelah Maluku Utara (Malut).
Kepala Bank Indonesia Sulteng Muhamad Irfan Sukarna mengatakan sektor pertambangan dan industri pengolahan masih menjadi mesin utama pendorong ekonomi sulteng yang saat ini tembus 7,79 persen year on year (yoy).
Selain itu, pendorong pertumbuhan ekonomi Sulteng juga berasal dari sektor pertanian, kehutanan serta perikanan, tidak sebanyak pertambangan dan industri pengolahan.
Lebih lanjut, kata Irfan, inflasi Sulteng juga menunjukkan tren penurunan, dari 3,50 persen pada November 2025 menjadi 3,31 persen pada Desember 2025. Angka tersebut masih terkendali, meskipun diatas target inflasi nasional yakni 2,37 sampai 2,70 persen (yoy).
Menurut Irfan Sukarna, inflasi tertinggi jika dilihat secara regional, berada di Kabupaten Buol (6,69 persen) dan terendah di Kabupaten Morowali (1,89 persen) pada Desember 2025.
“Tetapi inflasi bulanan di tahun 2025, hanya 0,14 persen, ini inflasi terendah dalam 15 tahun terakhir,” ujarnya saat silaturahmi bersama media di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulteng, Kota Palu, Jumat (30/1/2026).
Irfan Sukarna mendorong sektor pariwisata menjadi kontributor penggerak ekonomi baru Sulteng. Sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi, jika dikelola dengan baik, seperti wisata Air Terjun Piala di Kabupaten Banggai dan Danau Paisupok di Banggai Kepulauan (Bangkep).
Sulawesi Tengah Tertinggi Investasi
Jika dilihat dari realisasi investasi, Sulteng menempati peringkat pertama di sektor hilirisasi yakni mencapai Rp110 triliun pada tahun 2025.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani mengatakan peringkat kedua realisasi investasi diisi Maluku Utara Rp74,8 triliun, Jawa Barat Rp71,4 triliun, Banten Rp41,3 triliun dan Jawa Timur Rp36,7 triliun.
Menurut Rosan Roeslani, investasi paling besar berada di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara (Morut) yang didominasi oleh komoditas nikel.
Sehingga, hilirisasi mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mendongkrak perekonomian lokal.
Baca juga: Polres Morowali Mangkir, PN Poso Tunda Sidang Praperadilan Empat Warga Torete Pekan Depan
“Ini faktor hilirisasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi, saat ini pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5 persen, sulawesi tengah mampu mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen,” tuturnya dikutip dari kanal youtube Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Minggu (18/1/2026).
Adapun dari sisi sumber investasi, kata Rosan Roeslani, porsi Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi, dengan total Rp429,6 triliun atau 73,5% dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp154,5 triliun atau 26,5%.
Rosan Roeslani menjelaskan, realisasi investasi secara keseluruhan pada sektor hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau meningkat 43,3% year on year (yoy).
Rinciannya, jika dilihat dari sektor mineral dan batu bara, nikel masih mendominasi dengan jumlah Rp185,2 triliun, disusul tembaga Rp65,8 triliun, bauksit Rp53,1 triliun, besi baja Rp39,2 triliun, timah Rp11,3 trilun, lainnya (pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara dan aspal buton) Rp18,5 triliun.
Kemudian, pada sektor perkebunan dan kehutanan, didominasi oleh kelapa sawit Rp62,8 triliun, kayu log Rp62,2 triliun, karet Rp12,9 triliun dan lainnya (pala, pinus, kelapa, kakao dan biofuel) Rp6,6 triliun.
Sementara, sektor minyak bumi Rp41,7 triliun, gas bumi Rp18,3 triliun. Terakhir, sektor perikanan dan kelautan termasuk garam, ikan, ikan TCT (tuna, cakalang, tongkol), udang, rumput laut, rujungan dan tilapia mencapai Rp6,4 triliun.
Rosan Roeslani menambahkan, total realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau tumbuh 12,7% yoy, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp1.905,6 triliun.
Investasi juga turut menyerap tenaga kerja sebanyak 2.710.532 orang atau meningkat 10,4% yoy.
“Tantangan di 2026 ini tidak mudah, tapi kami optimis, investasi akan terus berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia,” jelasnya.












