Seputar Sulteng

Seribu Paket Abon Ikan dari Sulteng untuk Korban Banjir Sumatera

Global Sulteng
×

Seribu Paket Abon Ikan dari Sulteng untuk Korban Banjir Sumatera

Sebarkan artikel ini
Seribu Paket Abon Ikan dari Sulteng untuk Korban Banjir Sumatera
Relawan Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma), Persaudaraan Muslimah (Salimah), Halal Network International (HNI) menyalurkan bantuan bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat serta Sumatera Utara. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Relawan Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma), Persaudaraan Muslimah (Salimah), Halal Network International (HNI) menyalurkan bantuan bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat serta Sumatera Utara.

Para relawan itu dilepas oleh Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Lobby Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada Jumat 9 Januari 2026.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Baca juga: Polda Sulteng Pastikan Penanganan Kasus Pembakaran Kantor PT RCP-Diskriminasi Ras dan Etnis di Morowali Berjalan Sesuai Aturan

Bantuan berupa seribu paket abon ikan akan didistribusikan di wilayah-wilayah yang paling terdampak.

Gubernur Anwar Hafid mengapresiasi kolaborasi Yakesma, Salimah dan HNI dalam membantu masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh dan Sumatera.

Mudah-mudahan seribu paket abon ikan ini, bermanfaat bagi saudara-saudara kita di sana,” ucap Anwar Hafid.

Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan terdapat penambahan empat korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

Baca juga: Anwar Hafid Klaim Sulteng Jadi Daerah Pertama di Indonesia Berikan Beasiswa kepada Seluruh Generasi Muda Lewat Program Berani Cerdas

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut tambahan empat korban meninggal itu berasal dari Tapanuli Tengah, Langkat dan Aceh Utara.

Sehingga, per 9 Januari 2026, total korban tewas, mencapai 1.182 jiwa. Selain itu, 145 jiwa masih dinyatakan hilang serta korban mengungsi sebanyak 238.627. Adapun korban-korban yang hilang masih terus dilakukan validasi dan disesuaikan setiap harinya.