Seputar Sulteng

KPK akan Periksa Lagi Bupati Buol Risharyudi Triwibowo di Kasus Dugaan Pemerasan TKA

Global Sulteng
×

KPK akan Periksa Lagi Bupati Buol Risharyudi Triwibowo di Kasus Dugaan Pemerasan TKA

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
KPK akan Periksa Lagi Bupati Buol Risharyudi Triwibowo di Kasus Dugaan Pemerasan TKA
Penyidikan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan rencana Tenaga Kerja Asing (TKA) dan penerimaan gratifikasi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus bergulir. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Penyidikan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan rencana Tenaga Kerja Asing (TKA) dan penerimaan gratifikasi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus bergulir.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengagendakan pemanggilan Bupati Buol Risharyudi Triwibowo dengan kapasitasnya sebagai eks Staf Khusus (Stafsus) era Menaker Ida Fauziyah.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan akan segera memberikan informasi terbaru ihwal jadwal pemanggilan Bupati Buol Risharyudi Triwibowo sebagai saksi dalam kasus tersebut.

“Jika sudah ada penjadwalannya kembali, kami akan update,” kata Budi Prasetyo saat dikonfirmasi media, Sabtu 9 Agustus 2025.

Baca juga: Oknum Polisi Diduga Terlibat Pengeroyokan hingga Tewaskan Satu Pemuda di Morowali Bakal Jalani 2 Proses Hukum, Propam Polda Sulteng Sebut Tak Ada Toleransi

Diketahui, KPK telah memeriksa Risharyudi Triwibowo sebanyak dua kali untuk mendalami aliran dana kasus dugaan pemerasan izin TKA tersebut.

Sebelumnya, pria yang kerap disapa Bowo itu mengaku menerima sesuatu tanpa meminta dan akhirnya dirinya membeli sebuah Motor Gede (Moge) Harley Davidson. Bowo pun tak merinci waktu, jumlah maupun bentuk sesuatu tersebut.

“Saya pernah menerima sesuatu dan sesuatu itu saya belikan motor. Kendaraan itu saya kembalikan setelah tahu sumbernya dari kegiatan tidak benar. Setelah dikembalikan, alhamdulillah perasaan saya nyaman,” ujarnya.

Absen di Rakor KPK

Beberapa waktu lalu, KPK mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) pemberantasan korupsi bersama para kepala daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Bowo menjadi satu-satunya kepala daerah yang absen mengikuti kegiatan tersebut. Dia berdalih absen di rakor karena sakit.

Dia mengaku sempat melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit (RS) Mokoyurli Buol pada Minggu 3 Agustus 2025.

Baca juga: Begini Respons PKB Pasca Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido Gabung Partai Demokrat

“Saya sakit dari hari minggu, sempat ke UGD Mokoyurli Buol, ditangani dan diberi obat oleh dokter tapi tidak rawat inap,” kata Bowo kepada media, Jumat (8/8/2025).

Dia menambahkan, berselang dua hari, dirinya masih demam hingga akhirnya kegiatan tersebut diwakili oleh Wakil Bupati Nasir Dj Daimaroto.

“Hari senin saya sudah siap berangkat dengan Inspektorat Buol ke Jakarta tapi kondisi saya masih demam, hari selasa juga saya masih belum baik, saya minta diwakili pak Wabup pada acara Rakor KPK hari Rabu, alhamdulillah hari ini sudah agak baikan,” ujarnya.