GLOBALSULTENG.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) memasang alat pemantau kualitas udara otomatis.
Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) BMKG, Asep Firman Ilahi saat bertemu Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Kamis (17/7/2025).
Baca juga: Gubernur Sulteng Anwar Hafid Sebut Pendapatan Daerah Diproyeksikan Naik Rp 5,7 Triliun Tahun 2025
Menurut Asep, pihaknya telah melakukan pengukuran kualitas udara di 5 titik lokasi, yakni 3 di Morowali dan 2 di Morowali Utara.
Baca juga: OJK Sebut Sudah Terima 89 Aduan Korban OMC Palsu di Sulteng, Kerugian Capai Rp 5,2 Miliar
“Hasil pengamatan menunjukkan pentingnya pengawasan kualitas udara secara berkelanjutan di kawasan tersebut,” ucapnya.
Kata Asep, alat pemantau kualitas udara itu akan beroperasi secara mandiri dan memungkinkan pengawasan udara secara real-time.
“Pemasangan alat hanya memerlukan shelter atau rumah pelindung sebagai tempat instalasi,” ujarnya.
Sementara, Gubernur Sulteng Anwar Hafid mendorong agar pemasangan alat pemantau kualitas udara diperluas ke seluruh kawasan industri.
Baca juga: Polda Sulteng Gelar Sertijab 2 Kapolres dan Dirsamapta, Ini Nama-namanya!
Anwar Hafid menambahkan, pemantauan lingkungan harus menjadi bagian dari kebijakan perlindungan masyarakat terhadap dampak aktivitas industri.
“Ini penting untuk menjaga kesehatan warga dan memastikan aktivitas industri tetap memperhatikan aspek lingkungan,”ujarnya.












