Seputar Sulteng

Wabup Morowali Buka FGD Penyusunan Kajian Sentra IKM, Dorong Integrasi Industri Lokal dengan Kawasan Industri Nasional

Global Sulteng
×

Wabup Morowali Buka FGD Penyusunan Kajian Sentra IKM, Dorong Integrasi Industri Lokal dengan Kawasan Industri Nasional

Sebarkan artikel ini
Wabup Morowali Buka FGD Penyusunan Kajian Sentra IKM, Dorong Integrasi Industri Lokal dengan Kawasan Industri Nasional
Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Identifikasi Kabupaten Potensial untuk Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, MOROWALI – Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Identifikasi Kabupaten Potensial untuk Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara.

FGD ini diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM), di Aula Hotel Soldadu, Desa Bente, Kamis (19/6/2025).

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kegiatan itu bertujuan untuk mengidentifikasi potensi daerah dalam pengembangan sentra IKM yang terintegrasi dengan kebutuhan kawasan industri seperti IMIP dan IHIP.

Baca juga: Banggar DPRD dan TAPD Sulteng Bahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024, Soroti Pendapatan dan Layanan RS Daerah

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Iriane menyampaikan FGD ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran daerah dalam pengembangan industri berbasis potensi lokal.

“Keberadaan kawasan industri besar seperti IMIP dan IHIP harus dibarengi dengan kesiapan sektor IKM sebagai pendukung utama rantai pasok. Ini mencakup logistik, makanan dan minuman, suku cadang, kemasan, hingga layanan perumahan,” ucapnya.

Iriane Iliyas menekankan bahwa pemerintah daerah tidak hanya ingin menjadi lokasi investasi, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam proses industrialisasi yang berkelanjutan dan inklusif.

Sehingga, dukungan dan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam membangun sentra IKM menjadi sangat penting.

“Melalui kajian ini, kita ingin mengidentifikasi potensi, hambatan, dan kebutuhan riil yang dihadapi sektor IKM agar bisa dirumuskan langkah strategis yang bisa ditindaklanjuti oleh semua pihak,” ujarnya.

Baca juga: Wagub Reny Lamadjido Sebut Hasil Pemeriksaan Inspektorat Harus Jadi Pijakan Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Iriane Iliyas juga mengajak seluruh peserta untuk memberikan masukan konstruktif dan menyampaikan kondisi lapangan secara terbuka demi merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

“Saya yakin, dengan semangat kolaborasi, kita mampu merancang intervensi yang berdampak nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.