GLOBALSULTENG.COM – Jenazah korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di KM 8 Kebun Kopi Parimo, Naila (19) tiba di rumah duka Desa Ginunggung, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Rabu, (26/3/2025).
Pantauan GlobalSulteng melalui live Tiktok @Idrys_93, rumah korban laka lantas di KM 8 Kebun Kopi Parimo itu telah dipenuhi keluarga dan masyarakat sekitar.
Tangis keluarga pun pecah saat jenazah korban di keluarkan dari mobil ambulance. Para keluarga dan masyarakat sekitar juga langsung membacakan doa untuk korban.
Baca juga: Satu Mahasiswa Tewas Tertabrak Truk di Jalur Mudik KM 8 Kebun Kopi Parimo, Diduga Akibat Rem Blong
Diketahui, korban (Naila) merupakan mahasiswi Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Datokarama Palu Angkatan 2023.
Diberitakan sebelumnya, jalur mudik di Kilometer (KM) 8 Kebun Kopi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) penghubung antara beberapa kabupaten di Sulawesi Tengah (Sulteng) menelan satu korban jiwa. Peristiwa itu terjadi pada Selasa 25 Maret 2025.
Hal itu dibenarkan juga oleh Kasi Humas Polres Parimo Iptu Sumarlin saat di wawancarai GlobalSulteng melalui via Whatsapp.
Kata Sumarlin, peristiwa itu bermula saat pengendara motor dan mobil truk bergerak dari arah yang sama (barat ke timur). Kemudian, mobil truk tersebut menabrak pemotor yang saat itu berada didepannya.
“Untuk sementara, diduga rem mobil truk blong, sehingga terjadi kecelakaan,” ucapnya.
Menurut Sumarlin, motor di kendari oleh perempuan berinisial N dengan penumpang H. Sementara, sopir truk di kemudikan oleh seorang laki-laki berinisial MA.
Baca juga: Tiga Pengedar Sabu Asal Parimo dan Kota Palu Ditangkap Polisi, Pemasoknya di Wilayah Tatanga
“N mengalami luka berat hingga meninggal dunia di TKP dan masih menunggu keluarga menjemput di RS Anutaloko, korban H juga rawat di RS yang sama. Supirnya sudah dibawa ke Polres Parimo,” ujarnya.
Sumarlin menambahkan, kedua korban kecelakaan di jalur mudik KM 8 Kebun Kopi Parimo itu merupakan mahasiswa asal Kabupaten Tolitoli.
“Iya (mereka mahasiswa),” tuturnya.












