GLOBALSULTENG.COM, MORUT – Tokoh Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Pendeta Rinaldy Damanik menyebut Jeffisa Putra A dan Ruben Hehi merupakan sosok rela berkorban untuk Kabupaten Morowali Utara (Morut).
“Mereka berdua, sosok yang rela berkorban, melepaskan jabatan yang sudah ada, baik sebagai polisi, maupun anggota legislatif,” ucapnya, Jumat (4/10/2024).
Tokoh perdamaian dalam konflik Poso itu menilai, adanya kerelaan itu ada niat dan dorongan yang kuat untuk membangun Morut lebih baik lagi di masa depan.
“Saya lebih lihat pada pengorbanan itu, saya titipkan penegakan hukum itu penting, jangan ada dendam,” ujarnya.
Pendeta Rinaldy Damanik juga mengingatkan politik merangkul, untuk para calon kepala daerah jika nantinya terpilih di Pilkada serentak 2024.
“Jangan ada dendam, rangkulah semua, seusai dengan kapasitasnya, bukan disingkirkan,” tuturnya.
Lebih lanjut, bukan rahasia umum lagi dari masa ke masa, selalu terjadi dendam terhadap masyarakat, kepala desa, sampai aparatur sipil negara (ASN) yang saat Pilkada mereka berbeda pilihan.
“Saya tidak menyukai, ada pemimpin yang dalam dirinya ada jiwa pendendam,” jelasnya.
Diketahui, Jeffisa Putra merupakan anggota DPRD Moeut periode 2019-2024. Dirinya mundur sebagai legislator untuk fokus mencalonkan diri sebagai Bupati Morut.
Sementara, Ruben Hehi merupakan anggota Polri dengan pangkat terakhir Inspektur Satu (Iptu). Pasangan Jeffisa-Ruben saat ini diusung Golkar, NasDem, PSI dan PBB.












