GLOBALSULTENG.COM, SIGI – Sejumlah penyintas di Kabupaten Sigi masih menghadapi ketidakpastian terkait dengan Hunian Tetap (Huntap) yang dijanjikan oleh pemerintah.
Para penyintas di Kabupaten Sigi saat ini masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) sejak 6 tahun lalu usai tsunami, gempa bumi dan liquifaksi.
Juru Bicara (Jubir) Ahmad Ali yakni Andri Gultom sangat menyayangkan langkah Pemerintah yang lambat dalam menangani masalah para penyintas tersebut.
Padahal, 6 tahun merupakan waktu yang cukup panjang untuk pemerintah menuntaskan masalah penyintas.
“Saya pikir sudah tidak ada lagi yang tinggal di Huntara, ini sangat mengiris hati, 2 kali Pilgub, isu hunian penyintas masih belum tuntas, seharusnya masalah ini sudah selesai,” ucapnya saat kampanye di Desa Lolu Sigi, Minggu (29/9/2024).
Menurut Andri Gultom, paslon Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri telah memfokuskan penyelesaian masalah para penyintas.
Tawaran program Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri sesuai dengan kondisi di Sulteng mulai dari petani, nelayan, anak muda, tukang, buruh, hingga penyintas bencana.
Andri Gultom menambahkan, Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri maju menjadi peserta Pilkada untuk memastikan kekuasaan digunakan demi kepentingan rakyat.
“Ini kesempatan kita untuk mengubah Sulteng menjadi lebih baik, masalah-masalah seperti ini bisa diselesaikan, Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri maju Pilkada karena melihat kondisi Sulteng yang jauh dari harapan,” ujarnya.
Baca juga: Ahmad Ali Ajak Warga Sulteng Jadikan Tragedi 28 September sebagai Pelajaran Penting Mitigasi Bencana
Pasca pertemuan itu, para penyintas di Kabupaten Sigi berkomitmen untuk memenangkan Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri di Pilkada 2024.
Para penyintas juga menitipkan harapan besar kepada Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri untuk menyelesaikan masalah itu jika terpilih di Pilkada 2024.












