Seputar Sulteng

Peristiwa Longsor Kebun Kopi dan Dugaan Proyek Abadi, Setiap Tahun Dikerjakan Tak Selesai

Global Sulteng
×

Peristiwa Longsor Kebun Kopi dan Dugaan Proyek Abadi, Setiap Tahun Dikerjakan Tak Selesai

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Peristiwa Longsor Kebun Kopi dan Dugaan Proyek Abadi, Setiap Tahun Dikerjakan Tak Selesai
Longsor yang menerjang Jalan Trans Sulawesi KM 8 Kebun Kopi menimpa 2 unit mobil. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PARIMO – Longsor yang menerjang Jalan Trans Sulawesi KM 8 Kebun Kopi menimpa 2 unit mobil.

Persitiwa longsor di KM 8 Kebun Kopi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) itu terjadi pada Kamis 5 September 2024 sekitar pukul 11.20 wita.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Akibat longsor itu, aparat kepolisian menurunkan 3 unit alat berat untuk membuat jalur arternatif.

Tetapi, kendaraan besar seperti truk maupun roda enam atau lebih belum diizinkan untuk melintas.

“Kondisi jalan alternatif belum memungkinkan, saat ini kami terus melakukan pembersihan material longsor,” ucap Kasat Lantas Polres Parimo AKP Muriyanto, Jumat (6/9/2024).

Baca juga: Update Kondisi Jalur Kebun Kopi Pasca Longsor, Truk Belum Bisa Melintas

Muriyanto memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut.

“Tidak ada korban jiwa, tetapi korban yang luka ringan sudah dilarikan ke RS Anutaloko Parigi,” ujarnya.

Dia menambahkan, adapun untuk penyebab longsor diduga akibat material tanah san bebatuan sudah menggantung lama di tebing.

“Saat ini aparat masih membersihkan material yang menutup jalan, karena banyak sehingga membutuhkan waktu lama,” tuturnya.

Diketahui, peristiwa longsor di Kebun Kopi sudah sering terjadi dari tahun ketahun. Bahkan, lonsor ditempat yang sama terjadi juga pada Sabtu 31 Agustus 2024.

Hal itu mengakibatkan kemacetan kendaraan dari dua arah sepanjang 1,5 kilometer.

4 unit alat berat (2 eksavator-2 loader) juga diturunkan untuk membersihkan material.

Diberitakan sebelumnya, proyek perbaikan jalan kebun kopi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus memunculkan stigma baru sebagai proyek abadi.

Penanganan jalan yang menghubungkan Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong selalu dikerjakan setiap tahun namun tak kunjung selesai.

Setiap tahun, puluhan hingga ratusan miliar rupiah dari APBN dialokasikan untuk perbaikan jalan tersebut.

Sekretaris BPC Gapensi Kabupaten Donggala Erwin Bulukumba menyampaikan keprihatiannya soal penangana jalan kebun kopi.

“Saya juga prihatin dengan penanganan jalan kebun kopi, terkesan jadi proyek abadi, setiap tahun dikerja dan tak selesai-selesai,” ucapnya, Kamis (8/8/2024).

Erwin menekankan bahwa proyek perbaikan jalan kebun kopi memerlukan evaluasi serius.

“Setiap tahun dikerja, hanya titik-titiknya saja yang berpindah, masyarakat juga mempertanyakan model penanganan jalan kebun kopi yang terkesan masih konvensional,” ujarnya.

Menurutnya, jalan kebun kopi sering mengalami longsor dan genangan air setiap musim hujan.

Penanganan yang terkesan konvensional ini, tidak efektif serta hanya menguntungkan kontraktor.

“Selain jadi proyek abadi, kesan masyarakat terhadap jalan kebun kopi adalah proyek yang sengaja diciptakan, longsor tidak bisa dihindari, ada terus,” tuturnya.

Erwin yang juga merupakan TA Gubernur Sulteng menyarankan pendekatan lebih modern dan efisien dalam penanganan jalan tersebut.

“Tidak apa-apa keluarkan biaya besar, yang penting sekali dikerja, harus efektif dan efisien,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa banyak ruas jalan lain di Sulteng yang memerlukan pendanaan dari APBN.

“Masih banyak ruas jalan di Sulteng yang harus dibiayai APBN, dibandingkan jalan kebun kopi,” katanya.

Baca juga: Hidayat dan Andi Nur Lamakarate Komitmen Tingkatkan Sektor Pariwisata Jika Terpilih di Pilkada 2024

Perlu diketahui, pada tahun 2023 terdapat 2 proyek di jalan kebun kopi. Pertama, pekerjaan preservasi senilai Rp 64 miliar lebih yang dikerjakan oleh PT Sinar Arengka Setia Maju.

Kedua, penanganan longsoran senilai Rp 60 miliar lebih dengan kontrak multi years yang dikerjakan oleh PT AKAS.