Politik

Ribuan Simpatisan Antar Jeffisa Putra Amrullah dan Ruben Hehi Mendaftar di KPU Morut

Global Sulteng
×

Ribuan Simpatisan Antar Jeffisa Putra Amrullah dan Ruben Hehi Mendaftar di KPU Morut

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Ribuan Simpatisan Antar Jeffisa Putra Amrullah dan Ruben Hehi Mendaftar di KPU Morut
Jeffisa Putra Amrullah dan Ruben Hehi resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Morowali Utara (Morut) maju di Pilkada 2024. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, MORUT – Jeffisa Putra Amrullah dan Ruben Hehi resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Morowali Utara (Morut) maju di Pilkada 2024.

Adapun Jeffisa Putra Amrullah dan Ruben Hehi menjadi paslon pertama yang mendaftar di KPU Morut, Rabu (28/8/2024).

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Baca juga: Pilkada 2024, Hadianto Rasyid dan Imelda Liliana Muhidin Resmi Mendaftar di KPU Kota Palu

Kedatangan Jeffisa Putra Amrullah dan Ruben Hehi juga diantar oleh ribuan simpatisannya.

Ribuan simpatisan itu bergerak dari kawasan Tanggul Pelangi Kolonodale menuju kantor KPU Morut sambil berorasi.

Baca juga: RSUD Undata Jadi Lokasi Tes Kesehatan Paslon Pilkada Sulteng 2024, Peserta Pertama Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri

Sekitar pukul 10.10 wita, Jeffisa dan Ruben tiba di halaman Kantor KPU Morut.

Keduanya tampil kompak dengan mengenakan kemeja putih dan didampingi juga oleh Ketua DPD II Partai Golkar Morut Warda Dg Mamala dan Ketua DPD NasDem Morut Ambo Mai Intang.

Baca juga: KPU Sulteng Imbau Masyarakat Hargai Perbedaan Pilihan di Pilkada 2024

Sesampainya di Kantor KPU, Jeffisa-Ruben disambut dengan kalungan bunga dan tarian Lense yang merupakan tarian tradisional atau simbol penyambutan tamu di Tana Mori.

Setelah prosesi penyambutan, rombongan kemudian dipersilakan memasuki kantor KPU untuk melanjutkan proses pendaftaran.

Baca juga: Ribuan Warga Ikut Deklarasi Anwar Hafid dan Reny Lamadjido di Kotaraya Parimo, Tokoh Pemuda Sebut Dukungan Sejak Tahun 2020

Meski semangat pendukung meluap, KPU membatasi jumlah orang yang diperbolehkan masuk ke dalam kantor.