GLOBALSULTENG.COM – Ari Saftari mengolah singkong menjadi sumber penghasilan bagi warga Kampung Bedeng Sawah, Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Melalui PD Comring Sawargi yang dirintis sejak 2004, ia mengembangkan usaha makanan ringan dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.
Usaha tersebut memproduksi comring, keripik pisang, keripik ubi ungu, hingga keripik pangsit kedelai. Produk dipasarkan melalui toko dan jaringan reseller.
Ari memanfaatkan dukungan KUR BRI untuk menambah modal, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas pemasaran.
Perkembangan usaha itu kini melibatkan 12 warga setempat dalam proses produksi, mulai dari mengupas dan memarut singkong hingga mengemas produk.
“Usaha ini membantu menambah penghasilan keluarga mereka. Waktu kerjanya juga cukup fleksibel sehingga tidak mengganggu tanggung jawab di rumah,” kata Ari, Selasa (20/10/2026).
Baca juga: DPRD Soroti RAPBD 2027, Pemkab Morowali Janji Koreksi Nota Keuangan
Namun, usaha tersebut menghadapi tantangan pasokan bahan baku, terutama saat musim kemarau. Ketika pasokan singkong dari petani sekitar berkurang dan harga naik, Ari mencari bahan baku dari luar daerah agar produksi tetap berjalan.
“Alhamdulillah, KUR BRI membantu memenuhi kebutuhan modal sehingga kami dapat meningkatkan produksi dan memperluas pemasaran,” ujarnya.
Dampak pembiayaan KUR terhadap perkembangan usaha juga terlihat dalam riset BRI Research Institute pada 2025 bertajuk Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM.
Dari 2.928 responden penerima pinjaman BRI, sebanyak 66,2 persen melaporkan kenaikan omzet. Sebanyak 45,9 persen responden mencatat peningkatan omzet sebesar 5–15 persen.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, penyaluran KUR menjadi bagian dari upaya BRI mendukung kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja, sejalan dengan agenda Asta Cita.
“Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar,” kata Akhmad.













