GLOBALSULTENG.COM, PALU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu meminta para guru agar memaksimalkan fungsi kontrol untuk menciptakan lingkungan bebas dari perundungan atau bullying.
Kepala Disdikbud Kota Palu, Hardi, mengatakan isu perundungan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) karena berkaitan dengan bentuk kekerasan fisik, verbal maupun di ruang digital.
Baca juga: BRI Buka Jalan UMKM ke Pasar Global lewat Pembiayaan dan Business Matching
Menurut Hardi, perkembangan teknologi membuat interaksi serta komunikasi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda ikut mengalami perubahan.
“Dulu kita mengatakan ujung lidah adalah nasib kita. Sekarang ujung jari juga menentukan nasib kita,” ucapnya saat membuka Talkshow Nasional Anti Bullying di Auditorium MAN 2 Kota Palu, Rabu (30/9/2026).
Hardi mengingatkan, dengan pesatnya perkembangan teknologi, seluruh pihak harus memahami dan memetakan informasi yang dibagikan.
“Karena sudah ada kemajuan teknologi, kita harus memahami mana yang bisa dibagikan dan mana yang tidak bisa dibagikan, mana yang benar dan mana yang hoaks,” kata dia.
Baca juga: Gubernur Anwar Hafid Dorong Percepatan Program Tiga Juta Rumah di Sulteng
Dia menambahkan, upaya menciptakan lingkungan nyaman dan bebas dari perundungan sejalan dengan berbagai program Pemkot Palu.
“Mari kita wujudkan dengan suasana sekolah yang tentram, nyaman tanpa perundungan,” jelasnya.













