GLOBALSULTENG.COM, PALU – Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Amar mengimbau seluruh civitas akademika tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan pascagempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026.
Melalui imbauan resmi, Prof Amar meminta mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, penyebaran hoaks berpotensi memicu kepanikan dan mengganggu proses pemulihan pascabencana.
“Penyebaran hoaks dapat menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat. Kami imbau seluruh civitas akademika untuk bijak dalam menerima dan membagikan informasi,” ucapnya, Rabu, 17 Juni 2026.
Selain itu, Prof Amar menginstruksikan seluruh fakultas, lembaga, program studi, dan unit kerja segera melaporkan jika menemukan kerusakan bangunan atau potensi bahaya di lingkungan kampus.
Baca juga: Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, Anwar Hafid Kerahkan OPD dan Tim Medis Siapkan Lokasi Pengungsian
“Laporan kerusakan pimpinan unit masing-masing atau bagian terkait agar kami bisa langsung melakukan asesmen, penanganan dan tindak lanjut yang diperlukan,” ujarnya.
Saat ini, kata Amar, pihaknya terus memantau kondisi sarana dan prasarana kampus serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan lingkungan kampus tetap aman dan proses akademik dapat berjalan sesuai perkembangan situasi.
Olehnya, Prof Amar juga mengajak seluruh keluarga besar Untad memperkuat solidaritas, saling membantu, serta mengikuti informasi hanya melalui kanal komunikasi resmi Universitas Tadulako.
“Mari bersama-sama menjaga ketenangan, meningkatkan kewaspadaan, serta saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi kondisi ini,” jelasnya.













