GLOBALSULTENG.COM – Di balik perannya sebagai tenaga pemasar mikro (Mantri), Sri Malasarin menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa di Mujur, Kecamatan Praya Timur.
Perempuan yang akrab disapa Mala ini aktif membantu pelaku usaha mikro, khususnya petani, mendapatkan akses pembiayaan sekaligus pendampingan usaha.
Sri Malasarin bergabung dengan BRI pada 2012 sebagai frontliner sebelum beralih menjadi Mantri pada 2014 melalui rekrutmen internal.
Sejak itu, ia terjun langsung ke lapangan, membina nasabah di tiga desa dengan mayoritas berprofesi sebagai petani.
Dalam menjalankan tugasnya, Mala, sapaan akrabnya, mengedepankan pendekatan personal kepada nasabah.
Ia menyesuaikan komunikasi dengan karakter masyarakat sekaligus memberikan edukasi keuangan secara bertahap.
“Pendekatan ke nasabah itu yang utama, karena setiap orang punya karakter berbeda. Kami juga harus sabar memberikan edukasi, terutama bagi yang masih awam,” ucapnya, Kamis (16/4/2026).
Tak hanya menyalurkan pinjaman, Mala juga memastikan pembiayaan yang diberikan sesuai kebutuhan usaha, seperti untuk pupuk, obat pertanian, hingga sewa lahan.
Baca juga: Dari Cuti Melahirkan ke Usaha Tahu: Kisah Nia Anggraini Naik Kelas Bersama PNM Mekaar
Ia turut mengarahkan nasabah agar mengelola keuangan dengan baik dan mulai berinvestasi setelah masa panen.
Peran Mala bahkan meluas hingga menjadi penghubung antar pelaku usaha. Ia membantu petani menjalin relasi dengan penggilingan maupun pembeli hasil panen, serta mendukung distribusi pupuk melalui agen BRILink setempat.
Selama lebih dari 11 tahun menjadi Mantri BRI, Sri Malasarin mengaku bangga melihat perkembangan nasabah yang didampinginya. Banyak di antaranya yang berhasil meningkatkan omzet dan aset usaha secara signifikan.
“Senang sekali melihat perubahan mereka. Dari usaha kecil, lama-lama berkembang, punya aset lebih, bahkan rumah dan kendaraan,” ujarnya.
Dedikasi Mala juga mendapat apresiasi dari Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya. Ia menilai peran Mantri, khususnya perempuan, sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
“Perempuan memiliki kontribusi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Kesetaraan kesempatan menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Akhmad.
Kehadiran Mantri seperti Mala menegaskan pentingnya peran pendampingan di sektor mikro, tidak hanya dalam akses keuangan, tetapi juga dalam membangun ekosistem usaha yang saling terhubung di tingkat desa.












