Seputar Sulteng

Sekda Novalina Tegaskan Tak Ada Pembatasan Gender di Seleksi JPT Pratama

Global Sulteng
×

Sekda Novalina Tegaskan Tak Ada Pembatasan Gender di Seleksi JPT Pratama

Sebarkan artikel ini
Sekda Novalina Tegaskan Tak Ada Pembatasan Gender di Seleksi JPT Pratama
Sekretaris Daerah (Sekda) Novalina menyebut proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemprov Sulteng berjalan objektif, transparan dan tanpa diskriminasi gender. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Sekretaris Daerah (Sekda) Novalina menyebut proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemprov Sulteng berjalan objektif, transparan dan tanpa diskriminasi gender.

Novalina yang juga merupakan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) menyatakan seluruh aparatur sipil negara (ASN), baik laki-laki maupun perempuan, memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi selama memenuhi kualifikasi.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

“Tidak ada pembatasan berdasarkan gender. Semua memiliki ruang yang sama untuk berkompetisi,” ucapnya, Sabtu (28/3/2026).

Terkait isu minimnya keterwakilan perempuan, Novalina memaparkan bahwa dari 85 peserta yang lolos administrasi, sebanyak 19 orang atau sekitar 22 persen merupakan perempuan.

Dia menilai angka tersebut menunjukkan keterbukaan akses, meski partisipasi perempuan masih perlu ditingkatkan.

“Kami mengapresiasi ASN perempuan yang telah berpartisipasi, namun, pansel tidak bisa memaksakan persentase jika jumlah pendaftar sejak awal terbatas,” ujarnya.

Baca juga: Muhammad Safri Minta Kepolisian Profesional Usut Kematian Pekerja PT Hengjaya Mineralindo: Jangan Sampai Ada Permainan di Balik Layar

Kata Novalina, seleksi JPT Pratama tetap mengedepankan kompetensi sebagai standar utama. Pejabat yang terpilih nantinya akan memegang tanggung jawab besar dalam menjalankan kebijakan dan pelayanan publik di daerah.

“Kami mencari pemimpin yang kompeten. Kualitas kepemimpinan tidak bisa dikompromikan hanya untuk memenuhi angka keterwakilan,” tuturnya.

Novalina juga menepis anggapan adanya diskriminasi dalam proses seleksi. Kehadiran perempuan sebagai Ketua Pansel justru mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang bagi perempuan di posisi strategis.

Dia menambahkan, saat ini proses seleksi masih berlangsung dan memasuki tahapan uji publik. Seluruh masukan masyarakat akan dihimpun sebagai bahan pertimbangan Gubernur selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam menentukan kandidat terbaik.

“Kesempatan itu nyata, tinggal bagaimana mendorong lebih banyak perempuan untuk berani tampil dan berkompetisi,” jelasnya.