Seputar Sulteng

PT Kurnia Luwuk Sejati Tegaskan Fungsi Aparat Sebatas Pengamanan Aset

Global Sulteng
×

PT Kurnia Luwuk Sejati Tegaskan Fungsi Aparat Sebatas Pengamanan Aset

Sebarkan artikel ini
PT Kurnia Luwuk Sejati Tegaskan Fungsi Aparat Sebatas Pengamanan Aset
Manajemen PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) mengklaim keberadaan aparat di lokasi operasional semata-mata untuk melakukan pengamanan aset. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Manajemen PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) mengklaim keberadaan aparat di lokasi operasional semata-mata untuk melakukan pengamanan aset.

Hal itu disampaikan Asisten Direktur PT Kurnia Luwuk Sejati, Ferdinand Magaline pada Kamis, 26 Maret 2026.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kata Ferdinand, langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi adanya pencurian tandan buah segar (TBS) dan pengrusakan fasilitas perusahaan.

Adapun aset yang diamankan meliputi tanaman kelapa sawit, bangunan mess, hingga gudang milik perusahaan.

Lebih lanjut, Ferdinand menyebut bahwa legalitas operasional PT KLS telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PT KLS, kata Ferdinand, telah mengantongi Izin Usaha Tetap (IUT) dari pemerintah provinsi sebagai dasar hukum kegiatan usaha.

Soal dokumen yang sebelumnya beredar, manajemen mengaku belum menemukan keabsahan dan belum ada tindak lanjut resmi dari instansi terkait.

Baca juga: Kepala BKD Sulteng Pastikan WFA Tak Ganggu Pelayanan Publik

Saat ini, perusahaan juga tengah melakukan penyesuaian sistem perizinan melalui migrasi ke Online Single Submission (OSS) sebagai bagian dari kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah.

Meski begitu, manajemen mengaku terdapat dinamika di lapangan. Diduga terdapat oknum yang memprovokasi masyarakat dengan isu kepemilikan lahan, yang berpotensi memicu konflik.

“Kami melihat ada pihak yang mencoba mempengaruhi masyarakat, padahal tidak memiliki tanaman di lokasi itu,” ujarnya.

Ferdinand menambahkan, pihaknya akan terus menjalankan operasional sesuai hukum yang berlaku, sekaligus menjaga keseimbangan antara bisnis, kepatuhan regulasi dan hubungan dengan masyarakat sekitar.

“Kami terbuka untuk memberikan klarifikasi agar publik mendapatkan informasi yang utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman,” tuturnya.