Seputar Sulteng

Mengenal Sitti Asma Ul Husnasyah, Birokrat yang Gagas Aplikasi BISIKIN untuk Permudah ASN di Era Digital

Global Sulteng
×

Mengenal Sitti Asma Ul Husnasyah, Birokrat yang Gagas Aplikasi BISIKIN untuk Permudah ASN di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Mengenal Sitti Asma Ul Husnasyah, Birokrat yang Gagas Aplikasi BISIKIN untuk Permudah ASN di Era Digital
Di balik senyum lembutnya, tersimpan keteguhan dan perjalanan panjang yang tak sederhana. Dialah Sitti Asma Ul Husnasyah, sosok birokrat perempuan yang kini dipercaya menakhodai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Tengah (Sulteng). Foto: GlobalSulteng.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Di balik senyum lembutnya, tersimpan keteguhan dan perjalanan panjang yang tak sederhana.

Dialah Sitti Asma Ul Husnasyah, sosok birokrat perempuan yang kini dipercaya menakhodai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Tengah (Sulteng).

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Tepat pada 31 Desember 2025, Sitti Asma Ul Husnasyah resmi dilantik sebagai Kepala BKD oleh Gubernur Sulteng Anwar Hafid. Pelantikan itu bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan kepercayaan Gubernur atas rekam jejak panjang dan konsistensinya di dunia birokrasi.

Sitti Asma lahir di Enrekang, 2 Februari 1967. Ia merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara, pasangan Awaludin (alm) dan Siti Aminah (alm). Nilai kerja keras dan kesederhanaan yang ditanamkan orang tuanya menjadi fondasi kuat dalam perjalanan karirnya.

Dunia birokrasi bukan hal baru baginya. Dia dikenal sebagai pribadi disiplin, pekerja keras, namun tetap humoris dalam berinteraksi. Karirnya ditempa dari bawah, pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Umum Administrasi Umum di Kabupaten Poso, hingga dipercaya memegang sejumlah jabatan strategis di Morowali, seperti Kepala Dinas PTSP, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Penjabat (Pj) Kepala BKD, serta Kepala Dinas Perpustakaan.

Setiap jabatan dijalani dengan komitmen yang sama, yaitu bekerja bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menghadirkan perubahan.

Tak hanya menguatkan diri lewat pengalaman, Sitti Asma juga memperkaya kapasitas akademiknya. Dia menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) Ilmu Manajemen di Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar dan lulus sebagai wisudawati berprestasi. Baginya, ilmu harus kembali pada masyarakat dalam bentuk kebijakan yang berdampak.

Di era digital, tantangan birokrasi semakin kompleks. Proses administrasi yang lambat, tumpukan berkas fisik, hingga risiko keterlambatan layanan menjadi persoalan klasik di banyak instansi.

Tak butuh waktu lama setelah menjabat sebagai Kepala BKD Sulteng, Sitti Asma menggagas sebuah inovasi bernama BISIKIN, singkatan dari Berani Integritas, Sinergi dan Kinerja.

Baca juga: BKD Sulteng Tegaskan 2.200 Honorer yang Belum Terangkat Jadi ASN Tak Boleh Dirumahkan

Nama yang terdengar sederhana itu menyimpan visi besar yaitu menghadirkan tata kelola manajemen ASN yang lebih cepat, transparan dan akuntabel.

Inovasi yang dilakukan, sejalan dengan salah satu program prioritas Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido yakni berani berintegritas.

Sitti Asma menerjemahkan semangat tersebut dalam bentuk sistem digital yang konkret. Melalui aplikasi BISIKIN, seluruh proses layanan kepegawaian dilakukan secara daring dan terintegrasi.

ASN tidak lagi harus datang membawa map tebal berisi dokumen fisik. Cukup mengunggah berkas secara online, proses pengajuan dapat dipantau secara realtime.

Layanan ini dapat diakses kapan saja selama terhubung dengan internet. Selain mempercepat proses, sistem ini juga meminimalkan kesalahan administrasi serta keterlambatan.

Keunggulan lainnya, seluruh data kepegawaian tersimpan aman dan tertata dalam bentuk digital. Biaya penggandaan dokumen dan arsip fisik dapat ditekan, sekaligus mendukung reformasi birokrasi berbasis teknologi informasi.

Saat ini, BISIKIN masih dalam tahap uji coba. Evaluasi dan penyempurnaan terus dilakukan agar sistem benar-benar menjawab kebutuhan ASN di lingkup Pemprov Sulteng.

Di tengah dinamika birokrasi yang sering kali kaku, Sitti Asma menghadirkan pendekatan yang humanis namun tegas. Dia percaya bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan budaya kerja yang harus dibangun bersama.

Bagi Sitti Asma, jabatan adalah amanah. Setiap kebijakan harus bermuara pada pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Dia ingin BKD bukan hanya menjadi institusi administratif, tetapi pusat pengelolaan ASN yang profesional dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Perjalanan panjang Sitti Asma Ul Husnasyah hingga menduduki jabatan strategis di Pemprov Sulteng adalah bukti bahwa konsistensi, pendidikan dan keberanian berinovasi mampu membuka jalan.

Melalui BISIKIN, Sitti Asma Ul Husnasyah sedang menorehkan babak baru dalam transformasi birokrasi Sulteng, sebuah langkah kecil yang berpotensi membawa perubahan besar di era digital.