GLOBALSULTENG.COM, PALU – Satgas Pangan Polresta Palu bergerak cepat memperkuat pengamanan pasokan dan harga bahan pokok di Kota Palu menjelang ramadhan hingga idulfitri 2026.
Bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulteng dan sejumlah lembaga terkait, tim melakukan operasi pasar serta pengawasan distribusi untuk menjaga stabilitas harga di tengah lonjakan permintaan.
Dalam tiga hari terakhir, Satgas Pangan intensif memantau pergerakan harga dan ketersediaan komoditas strategis.
Langkah ini difokuskan pada kelancaran arus barang dari sentra produksi ke wilayah yang mengalami defisit pasokan.
Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismal mengatakan pihaknya memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali di tingkat konsumen.
“Kami menggandeng pelaku usaha dan pedagang untuk bersama-sama menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil, jika ditemukan pelaku usaha yang menaikkan harga secara sepihak dan tidak sesuai ketentuan, kami tidak akan memberikan ruang gerak,” ucapnya, Selasa (17/2/2026).
Baca juga: Gubernur Cup Berani 2026 Parimo Berakhir, Anwar Hafid Sebut Sulteng Punya Modal Besar di Sepak Bola
Ismail menjelaskan, pengawasan dilakukan melalui monitoring harga harian menggunakan sistem Early Warning System, terutama pada komoditas sensitif.
Satgas Pangan juga berkoordinasi intensif dengan BUMN dan BUMD guna memastikan pasokan tidak tersendat serta harga tidak melampaui harga acuan pemerintah.
Sejumlah komoditas utama yang menjadi fokus pengamanan antara lain beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng.
Hingga saat ini, ketersediaan bahan pokok tersebut terpantau aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Palu.
Ismail menambahkan, Satgas Pangan Polresta Palu akan terus meningkatkan pengawasan selama ramadhan hingga idulfitri 2026 guna mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.
“Semoga dengan penguatan pengamanan dan kolaborasi lintas sektor, stabilitas pangan tetap terjaga sepanjang momentum hari besar keagamaan,” ujarnya.












