GLOBALSULTENG.COM, DONGGALA – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu melakukan evakuasi terhadap korban banjir di Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala pada Minggu, 11 Januari 2026.
Kepala KPP Palu Muh Rizal mengatakan banjir tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan kenaikan debit air.
Banjir tersebut juga menyebabkan terputusnya 2 jembatan dan 3 unit rumah hanyut.
“16 kepala keluarga dan 1 unit posyandu juga terdampak,” ucapnya.
Menurut Rizal, evakuasi dibantu oleh Polairud, Bhabinsa, Bhabinkamtibnas pemerintah desa dan masyarakat setempat.
“Sekitar pukul 18.30 WITA, banjir dilokasi telah surut dan cuaca cerah,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Donggala mengakibatkan terjadinya banjir di 4 Desa di Kecamatan Tanantovea, Minggu (11/1/2026).
Empat desa yang terendam banjir diantaranya adalah Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3 dan Wani Lumbupetingo.
Baca juga: Terpilih Aklamasi, Muhammad Iqbal dan Abdullah K Mari Kembali Pimpin AMSI Sulteng Periode 2026-2030
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah (Sulteng), hujan deras itu mengakibatkan meningkatnya volume air sungai hingga akhirnya meluap hingga merusak dudukan pondasi jembatan.
Akibat kejadian tersebut, 3 unit rumah di Desa Wani 1 dan 1 unit rumah di Desa Wani 3 hanyut terbawa arus sungai. Bahkan, jembatan penghubung Desa Wani 3 ke Desa Labuan Kungguma terputus.
BPBD Sulteng juga melaporkan bahwa banjir juga terjadi di Desa Lumbubaka. Jembatan gantung menuju Labuan Toposo putus akibat banjir tersebut.
Saat ini, korban banjir Donggala masih mengungsi secara mandiri. Adapun kebutuhan mendesak yaitu jembatan darurat dan logistik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sulteng Asbudianto telah melakukan peninjauan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Beberapa lokasi yang dilakukan peninjauan diantaranya adalah Desa Wani 1 dan Jembatan Gantung Desa Labuan Lumbubaka.












