GLOBALSULTENG.COM – Kehilangan pekerjaan tak membuat Heddy Pamungkas menyerah pada keadaan. Warga Karang Kebon Utara, Kota Semarang ini justru bangkit dengan membuka usaha kuliner sederhana bernama Angkringan Moses.
Berkat ketekunan serta dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, usaha yang ia rintis kini terus berkembang, pelanggan bertambah, dan ekonomi keluarga kembali pulih.
Heddy memilih usaha angkringan karena melihat peluang pasar yang luas dan berkelanjutan. Meski demikian, ia mengakui perjalanan usahanya tidak selalu mulus.
Berjualan di pinggir jalan raya membuatnya harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari cuaca hingga faktor keamanan.
“Angkringan itu peminatnya banyak dan cocok untuk usaha jangka panjang. Tapi tantangannya juga ada, seperti hujan karena kami jualan di pinggir jalan, atau kadang ada orang-orang yang mengganggu,” ucap Heddy, Minggu (11/1/2026).
Jumlah pelanggan pun tidak selalu stabil. Ramainya lalu lintas kendaraan tidak selalu berbanding lurus dengan pembeli.
Namun, lokasi angkringan yang berada dekat hotel justru membuka peluang baru. Tak hanya pelanggan yang sekadar melintas, tamu hotel pun mulai menjadi pelanggan tetap Angkringan Moses.
“Perkembangannya, pelanggan baru selalu ada. Penjualan memang tidak pasti setiap hari, tapi secara umum masih lancar. Kadang turun sedikit, tapi Alhamdulillah tetap berjalan,” ujarnya.
Seiring waktu, Heddy menyadari perlunya tambahan modal untuk memperbaiki fasilitas dan menunjang kenyamanan pelanggan.
Atas saran tetangga, ia memberanikan diri mengajukan KUR BRI. Hasilnya, Heddy memperoleh pembiayaan sebesar Rp15 juta dengan proses cepat dan tanpa jaminan tambahan.
“Prosesnya cepat sekali. Malam saya ajukan dan disurvei, besoknya ke kantor tanda tangan dan langsung cair. Dana KUR saya pakai untuk tambah meja, beli kerupuk, dan mengganti perkakas yang sudah lama,” tuturnya.
Dampak KUR pun langsung terasa. Tampilan angkringan menjadi lebih rapi, gerobak lebih layak, dan peralatan baru membuat usaha terlihat lebih menarik, terutama bagi pelanggan dari hotel sekitar.
Bagi Heddy, KUR BRI bukan sekadar tambahan modal, melainkan penyelamat usaha kecil yang sedang bertumbuh.
Ia pun aktif merekomendasikan program tersebut kepada sesama pedagang yang masih ragu mengembangkan usaha.
“KUR ini sangat membantu pedagang kecil. Tanpa jaminan, prosesnya cepat dan tidak ribet. Saya sering jelaskan ke teman-teman bahwa KUR itu benar-benar bagus dan bermanfaat,” jelasnya.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa KUR menjadi instrumen penting dalam memperkuat sektor usaha mikro dan kecil.
Akses permodalan yang mudah memungkinkan pelaku usaha meningkatkan kapasitas, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi daerah.
“BRI berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di sektor produktif. Kisah Angkringan Moses menjadi bukti nyata peran KUR dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya,” kata Dhanny.












