GLOBALSULTENG.COM, BANGGAI – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap lansia bernama Sail (90) yang hilang di perkebunan Desa Pisou, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai Pada Selasa, 30 Desember 2025.
Memasuki hari keempat pencarian, Tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu Muh Rizal mengatakan pihaknya melakukan pencarian sesuai search area dengan metode esar preliminary mode type 2 dengan radius pencarian 6,5 km dari lokasi kejadian.
“Hasil pencarian sampai pukul 18.00 WITA hari ini, masih nihil dan operasi SAR akan dilanjutkan esok hari pada tanggal 4 Januari 2026 pukul 07.00 WITA,” ucapnya, Sabtu (3/12/2026).
Disisi lain, Koordinator Lapangan (Korlap) Liberatus Fangohoi membeberkan sejumlah kendala yang dihadapi tim di lapangan.
Adapun kendala yang paling mendasar adalah adanya beberapa jalan setapak di lokasi kejadian terakhir korban terlihat, sehingga menyulitkan tim dalam menentukan arah pergerakan korban.
“Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa korban diketahui mengalami pikun, sehingga jalur yang kemungkinan dilalui korban tidak dapat dipastikan,” ujarnya.
Selain itu, area pencarian didominasi oleh vegetasi yang cukup rapat, yang mengurangi jarak pandang tim dalam melakukan observasi di lapangan.
Akibatnya, kondisi tersebut berdampak pada pergerakan tim yang harus dilakukan secara perlahan dan ekstra hati-hati saat melakukan penyisiran.
“Kendala lainnya adalah keberadaan hewan buas di sekitar area pencarian, seperti ular yang sempat dibunuh warga dengan jarak kurang lebih seratus meter dari lokasi pencarian, seluruh unsur yang terlibat dituntut untuk lebih waspada dalam setiap tahapan pencarian,” tuturnya.
Meski begitu, kata Liberatus Fangohoi, pihaknya akan terus melanjutkan operasi pencarian dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.
“Kami juga tetap mengedepankan keselamatan seluruh unsur yang terlibat,” jelasnya.
Diketahui, peristiwa bermula saat korban berangkat ke perkebunan cokelat Desa Pisou Banggai bersama anaknya dengan jarak 4km dari perkampungan pada Selasa, 30 Desember 2025 pukul 06.30 WITA.
Kemudian, setelah sampai di kebun cokelat, korban dan anaknya terpisah karena anaknya akan memetik cokelat dan pada pukul 11.00 WITA.
Namun, setelah anaknya mengecek di pondok tempat istirahat korban, ditemukan korban sudah tidak ada. Korban pun diketahui memiliki riwayat penyakit pikun.
Saat itu, pihak keluarga dan masyarakat sekitar telah melakukan pencarian, namun korban belum juga ditemukan.












