GLOBALSULTENG.COM, PALU – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu mencatat telah melaksanakan 87 operasi pencarian dan pertolongan (SAR) sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Basarnas Palu, Muh Rizal saat Coffee Morning bersama Jurnalis di Kota Palu, Rabu (24/12/2025).
Dari total operasi tersebut, Basarnas Palu berhasil menyelamatkan 274 orang, sementara 33 orang dinyatakan meninggal dunia dan 11 orang masih hilang.
Rizal mengungkapkan, kecelakaan kapal menjadi kasus paling dominan yang ditangani sepanjang 2025, terutama di wilayah Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan.
“Untuk tahun 2025, kecelakaan kapal tercatat sebanyak 42 kejadian, kemudian kondisi membahayakan manusia 35 kejadian, bencana alam 8 kejadian, serta kecelakaan penanganan khusus 2 kejadian,” ucapnya.
Baca juga: Pengamat Hukum Menilai Pemilik Unit Berpotensi Terseret di Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Mobil
Jika dibandingkan dengan tahun 2024, jumlah operasi SAR di 2025 mengalami peningkatan, dari 79 kejadian menjadi 87 kejadian.
Jumlah korban yang berhasil diselamatkan pada 2024 tercatat sebanyak 395 orang, dengan 28 orang meninggal dunia dan 14 orang dinyatakan hilang.
Pada 2024, Basarnas Palu menangani 39 kecelakaan kapal, 32 kondisi membahayakan manusia dan 8 kejadian bencana.
Untuk meningkatkan efektivitas operasi, Rizal mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri, terutama dalam memverifikasi laporan masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap laporan benar-benar valid, jangan sampai kejadian seperti sebelumnya terulang, ada laporan wanita hilang, ternyata pergi bersama pacarnya,” ujarnya.












