Nasional

Harapan Jadi ASN Pupus, Kepala BKN Prof Zudan Sarankan Honorer Non Database Cari Alternatif Lain

Global Sulteng
×

Harapan Jadi ASN Pupus, Kepala BKN Prof Zudan Sarankan Honorer Non Database Cari Alternatif Lain

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Harapan Jadi ASN Pupus, Kepala BKN Prof Zudan Sarankan Honorer Non Database Cari Alternatif Lain
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof Zudan Arif Fakrulloh menyebut bahwa penyelesaian afirmasi tenaga honorer berakhir di tahun 2025. Foto: KemenPAN-RB.

GLOBALSULTENG.COM – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof Zudan Arif Fakrulloh menyebut bahwa penyelesaian afirmasi tenaga honorer berakhir di tahun 2025.

Hal iti disampaikan dalam forum Evaluasi Pelaksanaan Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Formasi Tahun 2024, Rabu 30 Juli 2025.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Prof Zudan meminta para tenaga honorer non database BKN agar mencari alternatif lain, seperti melalui jalur seleksi CPNS yang diadakan sesuai dengan standarnya.

“Jadi bagi tenaga honorer non-database BKN, silakan cari alternatif lain misalnya melalui jalur seleksi CASN yang diadakan sesuai dengan standarnya,” ucapnya, dikutip dari akun resmi BKN, Jumat (1/8/2025).

Baca juga: Nasib Para Tenaga Honorer Non Database BKN yang Tak Lulus Seleksi CPNS 2024 di Sulteng Masih Terkatung-katung, Begini Respons BKD

Adapun untuk honorer database BKN akan diakomodir pemerintah melalui skema paruh waktu.

Menurut Prof Zudan, pemerintah telah menyediakan opsi untuk tenaga honorer non database BKN agar masuk dalam skema paruh waktu dan diangkat menjadi penuh waktu jika ekonomi daerah telah mumpuni.

“Pemerintah juga menyediakan opsi bahwa tenaga non-ASN database BKN yang ditampung dalam skema paruh waktu, bisa suatu saat diangkat secara bertahap menjadi penuh waktu jika kondisi ekonomi daerah sudah mumpuni sehingga bisa mengalokasikan belanja pegawai untuk penuh waktu,” ujarnya.

Disisi lain, Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPANRB Aba Subagja menyampaikan seleksi PPPK 2024 yang dialokasi khusus penyelesaian honorer harus dievaluasi.

Kata Aba Subagja sistem rekrutmen tersebut harus mampu meningkatkan pelayanan publik pada organisasinya.

“KemenPANRB dan BKN memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, jadi bukan sekadar penyelesaian persoalan tenaga honorer saja, kita harus fokus pada substansi-substansi tata kelola ASN yang mendukung pelayanan publik, reformasi birokrasi, dan asta cita presiden,” tuturnya.

Deputi Bidang Sistem Informasi dan Digitalisasi Manajemen ASN Suharmen mengatakan hasil seleksi PPPK tahap I atau penuh waktu sebesar 690.918 orang.

Para PPPK yang telah lulus seleksi tahap I, hingga 28 Juli 2025 terhitung sebanyak 80 persen atau 444.918 telah diterbitkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan menjadi PPPK.

Baca juga: Honorer Sulteng Lulus Seleksi PPPK 2024 Jalur Optimalisasi Formasi Bisa Pindah Tugas? Begini Aturan dan Penjelasan BKD

Sementara, sisa formasi yang masih dapat diperebutkan pada seleksi PPPK Tahap II yang hasilnya telah disampaikan ke publik pada tanggal 16-30 Juni 2025 lalu sebanyak 187.785 orang mendapatkan formasi PPPK Penuh Waktu.

“Maka secara keseluruhan, yang mendapatkan Formasi PPPK penuh waktu sebanyak 878.627 orang atau 87,1 persen dari total formasi yang telah dialokasikan, yaitu sebesar 1.008.337 formasi dengan total jumlah pelamar PPPK sebanyak 2.115.054 orang,” jelasnya.