Seputar Sulteng

BKKBN Sulteng Gelar Rakorda Bangga Kencana 2025, Reny Lamadjido Komitmen Turunkan Stunting Menuju Indonesia Emas 2045

Global Sulteng
×

BKKBN Sulteng Gelar Rakorda Bangga Kencana 2025, Reny Lamadjido Komitmen Turunkan Stunting Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
BKKBN Sulteng Gelar Rakorda Bangga Kencana 2025, Reny Lamadjido Komitmen Turunkan Stunting Menuju Indonesia Emas 2045
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2025. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2025 di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Selasa (8/7/2025).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Rakorda Program Bangga Kencana Tahun 2025 dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido.

Reny Lamadjido menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program Bangga Kencana. Program tersebut merupakan motor penggerak kemajuan daerah.

Baca juga: Anwar Hafid: Integritas ASN Fondasi Utama Cegah Praktik Korupsi

“Bangga Kencana bukan sekadar program, tapi landasan penting dalam membentuk keluarga yang berkualitas, kita patut bersyukur karena sejumlah indikator pembangunan kependudukan di sulteng menunjukkan tren yang menggembirakan,” ucapnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa Total Fertility Rate (TFR) Sulawesi Tengah pada tahun 2024 berada di angka 2,26 anak per perempuan, mendekati angka pengganti.

Penggunaan kontrasepsi modern juga meningkat menjadi 58,9 persen, dengan 34,5 persen di antaranya menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Meski begitu, Reny Lamadjido mengingatkan bahwa tantangan belum sepenuhnya teratasi. Sekitar 13,8 persen pasangan usia subur masih belum mendapatkan layanan KB yang memadai.

Reny Lamadjido menekankan pentingnya memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan, khususnya melalui posyandu dan penyuluhan langsung kepada masyarakat.

Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK24) mencatat jumlah keluarga di Sulawesi Tengah sebanyak 789.377, dengan 431.185 di antaranya merupakan pasangan usia subur.

Namun, angka pernikahan usia dini yang masih berada di kisaran 0,73 persen menjadi sorotan serius, karena berkaitan langsung dengan risiko kesehatan reproduksi dan potensi stunting.

Menyoroti prevalensi stunting, Reny Lamadjido menyebut bahwa meski angka stunting di Sulawesi Tengah menunjukkan tren penurunan dari 28,2 persen pada 2022 menjadi 26,1 persen pada 2024. Angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional yang sudah menurun ke 19,8 persen.

Baca juga: Peserta Protes Panitia Turnamen Domino Kapolda Sulteng Cup 2025, Digugurkan Sepihak dan Jadwal Berubah-ubah

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sektoral. Ini tugas bersama yang harus melibatkan semua pihak pemerintah, DPRD, akademisi, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai garda terdepan,” ujarnya.

Reny Lamadjido juga menekankan bahwa program Bangga Kencana harus berjalan seiring dengan dua misi utama pembangunan daerah, yaitu Berani Cerdas dan Berani Sehat, yang menjadi bagian dari arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.