Ekonomi

Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuhdan Terus Berinovasi Bersama BRI

Global Sulteng
×

Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuhdan Terus Berinovasi Bersama BRI

Sebarkan artikel ini
Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuhdan Terus Berinovasi Bersama BRI
Desa Sumowono di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menunjukkan geliat ekonomi desa yang terus tumbuh dengan bertumpu pada sektor pertanian, pasar rakyat, dan penguatan UMKM. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Desa Sumowono di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menunjukkan geliat ekonomi desa yang terus tumbuh dengan bertumpu pada sektor pertanian, pasar rakyat, dan penguatan UMKM.

Kepala Desa Sumowono, Budiyono, menegaskan sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi warga.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Komoditas sayuran yang dihasilkan petani setempat tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga didistribusikan ke berbagai daerah.

“Potensi ekonomi yang paling dirasakan masyarakat saat ini adalah keberadaan pasar,” ucap Budiyono, Senin (30/3/2026).

Desa ini memiliki tiga pasar yang beroperasi bergantian, mulai dari pasar kabupaten, pasar desa, hingga pasar pagi. Aktivitas jual beli berlangsung hampir tanpa henti dan menjadi pusat pertemuan antara petani, pedagang, dan pembeli.

Pemerintah desa juga menata pasar desa menjadi lebih rapi dengan pembagian blok dari A hingga F. Pedagang yang beraktivitas di dalamnya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari petani yang menjual langsung hasil panen hingga pedagang pengumpul.

Penguatan ekonomi desa turut didorong oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Aji Bodronoyo yang mengelola berbagai unit usaha. Mulai dari pasar desa, lembaga keuangan, pengelolaan sampah, alun-alun desa, hingga layanan digital.

Baca juga: Desa Hendrosari Bangkit: Pembeli Datang, UMKM Tumbuh, Ekonomi Melaju Berkat Pemberdayaan Desa BRILian

Melalui lembaga keuangan desa, warga dapat mengakses pinjaman berbunga rendah. Sementara pengelolaan sampah diarahkan untuk memberikan nilai ekonomi tambahan.

Inovasi juga hadir melalui layanan ONNO (Delivery Online Sumowono) yang memfasilitasi belanja online warga sekaligus membuka lapangan kerja bagi pemuda desa sebagai pengemudi. Layanan ini melayani sekitar 50 hingga 60 pesanan setiap hari.

Disisi lain, aktivitas UMKM terus berkembang, khususnya di kawasan alun-alun desa. Sekitar 20 pelaku usaha, mayoritas kuliner, aktif berjualan. Dukungan infrastruktur turut diberikan oleh Bank Rakyat Indonesia melalui pembangunan pujasera.

Selain itu, BRI juga memperkuat akses permodalan dan digitalisasi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), pinjaman umum, serta penyediaan QRIS dan EDC untuk transaksi non-tunai.

Hasilnya, Desa Sumowono berhasil masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 tingkat nasional.

Direktur Bisnis Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyebut program Desa BRILiaN bertujuan menciptakan role model pengembangan desa berbasis pemberdayaan ekonomi.

Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 5.200 desa di seluruh Indonesia telah mendapatkan pemberdayaan melalui program tersebut.

“Desa Sumowono menjadi contoh desa yang tumbuh dari kekuatan lokal, kolaborasi, dan semangat gotong royong menuju ekonomi yang berkelanjutan,” tutur Akhmad.