Ekonomi

Desa Hendrosari Bangkit: Pembeli Datang, UMKM Tumbuh, Ekonomi Melaju Berkat Pemberdayaan Desa BRILian

Global Sulteng
×

Desa Hendrosari Bangkit: Pembeli Datang, UMKM Tumbuh, Ekonomi Melaju Berkat Pemberdayaan Desa BRILian

Sebarkan artikel ini
Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, berhasil mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi melalui destinasi Wisata Edu Lontar Sewu. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, berhasil mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi melalui destinasi Wisata Edu Lontar Sewu.

Di atas lahan sekitar 190 hektare dengan lebih dari 3.600 pohon lontar, desa ini dikenal sebagai sentra produksi legen, minuman tradisional berbahan dasar getah bunga lontar yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Transformasi ekonomi desa mulai terlihat sejak pengembangan wisata Lontar Sewu pada 2019 melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PIID-Pel).

Kehadiran destinasi ini mendorong integrasi sektor pariwisata, UMKM, dan pemberdayaan masyarakat.

Direktur BUMDes Hendrosari, Aristoteles, menyebut pengembangan wisata telah memicu pertumbuhan usaha baru di desa.

“Banyak warung dan usaha mandiri tumbuh seiring berkembangnya wisata ini,” ucapnya, Senin (30/3/2026).

Saat ini, wisata Lontar Sewu menyerap sedikitnya 63 tenaga kerja lokal dan mendorong aktivitas 47 pelaku UMKM.

Baca juga: Desa BRILiaN Tompobulu: Bukti Nyata Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Pada periode puncak kunjungan, jumlah UMKM yang terlibat bahkan mencapai lebih dari 100 usaha.

Dampak positif juga dirasakan petani legen. Jika sebelumnya harus berkeliling menjual produk, kini pembeli datang langsung ke kawasan wisata, sehingga pola pemasaran menjadi lebih efisien.

Penguatan ekonomi desa turut didukung oleh Bank Rakyat Indonesia melalui pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta bantuan sarana produksi seperti mesin pendingin untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan produk.

Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan program Desa BRILiaN menjadi strategi BRI dalam mendorong desa tumbuh mandiri dan berkelanjutan.

“Program ini mengedepankan penguatan kelembagaan desa, digitalisasi layanan keuangan, pengembangan ekonomi berkelanjutan, serta inovasi desa,” ujarnya.

Hingga kini, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia.

Keberhasilan Desa Hendrosari menunjukkan bahwa optimalisasi potensi lokal yang didukung ekosistem tepat mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan desa sebagai pusat ekonomi baru.