GLOBALSULTENG.COM – Desa Manemeng menunjukkan transformasi ekonomi berbasis potensi lokal dengan menjadikan gotong royong sebagai fondasi utama penggerak aktivitas masyarakat.
Kepala Desa Manemeng, Jayadi, menegaskan mayoritas warga menggantungkan hidup pada sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa.
“Manemeng adalah desa yang homogen, mayoritasnya petani dan buruh tani. Ada yang berladang dan berternak, tetapi pekerjaan utamanya tetap di sektor pertanian,” ucapnya, Senin (30/3/2026).
Di luar sektor utama tersebut, masyarakat mengembangkan berbagai usaha tambahan seperti produksi batu bata, batako, serta peternakan sapi.
Aktivitas ini menjadi sumber penghasilan tambahan yang memperkuat ekonomi rumah tangga.
Perkembangan ekonomi desa semakin meningkat sejak Manemeng bergabung dalam Program Desa BRILiaN yang diinisiasi Bank Rakyat Indonesia.
Digitalisasi mulai merambah aktivitas ekonomi warga, mulai dari penggunaan BRImo hingga kehadiran agen BRILink.
“Layanan digital membantu aktivitas ekonomi masyarakat dan mampu menekan tingkat kemiskinan di desa,” ujar Jayadi.
Baca juga: Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuhdan Terus Berinovasi Bersama BRI
Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukses Mandiri juga menjadi kunci. Berdiri sejak 2018, BUMDes ini fokus pada distribusi dan pemasaran produk pangan serta mendorong penguatan usaha masyarakat.
Selain itu, produksi batu bata menjadi salah satu sektor unggulan. Warga mampu memproduksi ribuan bata setiap hari, dengan proses produksi yang masih sederhana namun kini mulai memanfaatkan platform digital untuk pemasaran.
Usaha batako juga berkembang seiring meningkatnya kebutuhan material konstruksi di wilayah sekitar, dengan memanfaatkan bahan baku lokal.
Di sektor peternakan, warga membangun sistem kerja kolektif melalui kelompok ternak. Pengembangan usaha didukung akses pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyebut Program Desa BRILiaN menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ekonomi desa secara terintegrasi.
Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia, dengan fokus pada penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, serta integrasi ekosistem usaha desa.
Melalui pendekatan tersebut, Desa Manemeng dinilai mampu mengoptimalkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.












