Ekonomi

Desa BRILiaN Tompobulu: Bukti Nyata Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Global Sulteng
×

Desa BRILiaN Tompobulu: Bukti Nyata Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Desa BRILiaN Tompobulu: Bukti Nyata Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Desa Tompobulu terus menunjukkan transformasi positif sebagai desa wisata yang mampu mengoptimalkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Desa Tompobulu terus menunjukkan transformasi positif sebagai desa wisata yang mampu mengoptimalkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut, desa ini tidak hanya mengandalkan sektor pertanian, tetapi juga mengembangkan kuliner tradisional seperti saraba daun kelor serta sektor pariwisata yang kini tumbuh pesat.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kepala Desa Tompobulu, Abdul Kadir Hakim, mengatakan berbagai capaian yang diraih menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.

“Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus dorongan bagi kami untuk terus berkembang,” ucapnya, Minggu (29/3/2026).

Desa Tompobulu tercatat meraih sejumlah prestasi, di antaranya juara nasional Anugerah Desa Wisata Indonesia, penghargaan Lomba Desa Pariwisata, serta masuk nominasi Desa BRILiaN.

Penguatan ekonomi desa semakin optimal melalui program Desa BRILiaN dari Bank Rakyat Indonesia yang menghadirkan pendampingan berkelanjutan, mulai dari digitalisasi layanan keuangan hingga peningkatan kapasitas pengelolaan potensi lokal.

Baca juga: Nostalgia Rasa yang Menghidupkan Wisata Kuliner Semarang, D’Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Di sektor pariwisata, desa ini memiliki sejumlah destinasi unggulan, termasuk kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung dan Puncak Pendagang Bulu Sarang yang menjadi daya tarik wisata alam.

Pertumbuhan pariwisata turut mendorong perkembangan UMKM berbasis kearifan lokal. Produk seperti saraba daun kelor kini telah dipasarkan ke berbagai daerah, sementara usaha gula aren tetap mempertahankan proses tradisional berbasis gotong royong.

Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga diperkuat sebagai motor penggerak ekonomi melalui berbagai unit usaha, seperti layanan Wi-Fi desa, depot air galon, hingga usaha produktif lainnya.

BRI turut mendukung melalui akses keuangan inklusif, termasuk penyaluran KUR, penguatan AgenBRILink, transaksi digital QRIS, serta aplikasi BRImo untuk mempermudah aktivitas keuangan masyarakat.

Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa program Desa BRILiaN dirancang untuk mendorong desa tumbuh mandiri dan berkelanjutan melalui penguatan kelembagaan, digitalisasi, serta inovasi.

Hingga kini, lebih dari 5.200 desa di Indonesia telah tergabung dalam program tersebut.

Dengan sinergi potensi lokal, kelembagaan desa, dan dukungan sektor perbankan, Desa Tompobulu berkembang sebagai desa wisata yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi contoh transformasi ekonomi desa di tingkat nasional.