Ekonomi

Bakpao Gandum RoyalKueID Kembangkan Usaha lewat Digitalisasi, Manfaatkan QRIS dan LinkUMKM BRI

Global Sulteng
×

Bakpao Gandum RoyalKueID Kembangkan Usaha lewat Digitalisasi, Manfaatkan QRIS dan LinkUMKM BRI

Sebarkan artikel ini
Bakpao Gandum RoyalKueID Kembangkan Usaha lewat Digitalisasi, Manfaatkan QRIS dan LinkUMKM BRI
Kebutuhan masyarakat akan makanan praktis mendorong pelaku UMKM terus berinovasi. Salah satunya ditunjukkan oleh Bakpao Gandum RoyalKueID, usaha kuliner asal Jakarta Utara yang menghadirkan bakpao berbahan gandum sebagai pilihan sarapan dan camilan keluarga. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Kebutuhan masyarakat akan makanan praktis mendorong pelaku UMKM terus berinovasi. Salah satunya ditunjukkan oleh Bakpao Gandum RoyalKueID, usaha kuliner asal Jakarta Utara yang menghadirkan bakpao berbahan gandum sebagai pilihan sarapan dan camilan keluarga.

Produk ini menawarkan kemudahan penyajian dengan cita rasa yang disesuaikan untuk berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Varian ayam jamur menjadi salah satu menu yang paling diminati pelanggan.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Co-founder Bakpao Gandum RoyalKueID, Yusnianti, mengungkapkan usaha tersebut berawal dari produksi rumahan pada 2023 yang ditujukan untuk konsumsi pribadi.

Respons positif dari kerabat mendorong bisnis ini berkembang hingga akhirnya membuka outlet pertama pada akhir 2024.

“Awalnya hanya dari lingkup kecil dengan sistem pre-order. Ternyata responsnya baik dan memberi kami keberanian untuk membuka outlet,” ucapnya, Sabtu (28/3/2026).

Seiring pertumbuhan usaha, RoyalKueID memperluas pemasaran melalui berbagai kanal, mulai dari gerai offline, reseller, marketplace, hingga penjualan business to business (B2B).

Jangkauan pasar pun meningkat, mencakup pengiriman antar kota hingga antar pulau.

Baca juga: Volume Transaksi Qlola by BRI Tembus Rp2.141,37 Triliun hingga Februari 2026

Dalam operasionalnya, pelaku usaha ini memanfaatkan layanan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi, khususnya dengan para reseller. Selain itu, pengembangan kapasitas usaha dilakukan melalui platform LinkUMKM BRI.

Yusnianti mengaku mulai aktif mengikuti pelatihan di LinkUMKM sejak 2025 untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengelola bisnis.

“Saya menyadari pentingnya belajar agar usaha bisa berkembang lebih baik,” ujarnya.

BRI melalui LinkUMKM menghadirkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan bagi pelaku UMKM. Hingga akhir 2025, platform ini telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM di seluruh Indonesia.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa penguatan UMKM menjadi bagian dari strategi perseroan dalam membangun ekonomi kerakyatan.

“Melalui LinkUMKM dan layanan digital seperti QRIS, BRI mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan daya saing secara berkelanjutan,” tuturnya.

BRI menegaskan akan terus memperkuat dukungan bagi UMKM melalui digitalisasi dan pendampingan terintegrasi guna mendorong pelaku usaha naik kelas serta memperluas akses pasar.