Seputar Sulteng

Huabao Indonesia Bangun 3 Masjid Senilai Rp11 Miliar di Morowali

Global Sulteng
×

Huabao Indonesia Bangun 3 Masjid Senilai Rp11 Miliar di Morowali

Sebarkan artikel ini
Huabao Indonesia Bangun 3 Masjid Senilai Rp11 Miliar di Morowali
Perusahaan industri, Huabao Indonesia, merampungkan pembangunan tiga masjid di wilayah lingkar industri Kabupaten Morowali dengan total investasi mencapai Rp11 miliar. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, MOROWALI – Perusahaan industri, Huabao Indonesia, merampungkan pembangunan tiga masjid di wilayah lingkar industri Kabupaten Morowali dengan total investasi mencapai Rp11 miliar.

Ketiga masjid tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, pada Rabu (18/3/2026).

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Adapun 3 sarana ibadah yang dibangun yakni Masjid Nurul Hasanah di Desa Tondo, Masjid Nurul Falah di Desa Ambunu, dan Masjid Raudhatul Jannah di Desa Topogaro.

Vice Director Huabao Indonesia, Gao Chunhua, menyatakan pembangunan masjid merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial atau CSR.

“Pembangunan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kehidupan sosial dan spiritual masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ucapnya.

Kata Gao Chunhua, kehadiran perusahaan tidak hanya berfokus pada pembangunan industri dan ekonomi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan penguatan aspek sosial, budaya, dan keagamaan.

Menurutnya, keberhasilan kawasan industri sangat ditentukan oleh hubungan harmonis antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

Karena itu, Huabao berkomitmen terus mendorong pembangunan berkelanjutan di desa-desa lingkar industri.

Baca juga: BRI Perkuat Layanan Remitansi PMI, Transaksi Naik 27,7 Persen Jelang Lebaran

Sementara itu, Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, mengapresiasi langkah Huabao dalam menyalurkan CSR yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dia menekankan bahwa investasi industri harus memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat secara luas.

“Kehadiran industri harus tetap memperhatikan persoalan sosial dan menjadi bagian dari pembangunan bersama seluruh stakeholder,” ujarnya.

Iksan juga menyoroti nilai investasi pembangunan tiga masjid yang mencapai Rp11 miliar sebagai bukti konkret kolaborasi antara perusahaan dan pemangku kepentingan.

Menurutnya, fasilitas ibadah tersebut akan meningkatkan kenyamanan dan kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Morowali.

Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Tondo, Iwan Bawi, yang menyampaikan terima kasih atas kontribusi perusahaan dalam pembangunan fasilitas keagamaan di wilayahnya.

“Kami berterima kasih kepada perusahaan yang telah memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.

Pembangunan masjid di kawasan industri ini menjadi simbol bahwa pertumbuhan ekonomi di Morowali berjalan seiring dengan pembangunan sosial dan spiritual masyarakat.