Nasional

Panen Demplot Padi PT Vale di Kolaka Capai 21,9 Ton, Dorong Ketahanan Pangan Daerah

Global Sulteng
×

Panen Demplot Padi PT Vale di Kolaka Capai 21,9 Ton, Dorong Ketahanan Pangan Daerah

Sebarkan artikel ini
Panen Demplot Padi PT Vale di Kolaka Capai 21,9 Ton, Dorong Ketahanan Pangan Daerah
PT Vale Indonesia Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program demplot padi berkelanjutan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – PT Vale Indonesia Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program demplot padi berkelanjutan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Program yang digelar di Desa Puubunga, Kecamatan Baula ini menghasilkan panen total sekitar 21,9 ton dari lahan percobaan seluas 36 are.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kegiatan panen bersama ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Akbar, jajaran Forkopimda, serta Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Widiastuti.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari penanaman perdana yang dilakukan pada November 2025 di tiga desa binaan PT Vale, yakni Puubunga dan Pubenua di Kecamatan Baula serta Lemedai di Kecamatan Tanggetada.

CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan program demplot ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun keberlanjutan yang tidak hanya berfokus pada sektor pertambangan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat.

“Keberlanjutan bagi PT Vale tidak hanya tentang menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat, program demplot padi ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui inovasi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan,” ucapnya.

Program demplot ini mengintegrasikan riset dan teknologi budidaya padi berkelanjutan yang disesuaikan dengan kondisi agroklimat lokal. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi antara PT Vale, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, serta lembaga riset pertanian.

Lahan percobaan seluas 36 are dibagi menjadi dua metode budidaya, yaitu 10 are sistem organik dan 26 are sistem konvensional. Pendekatan ini bertujuan membandingkan efektivitas kedua metode dalam meningkatkan produktivitas.

Baca juga: BRI Pimpin Penyaluran Kredit Program Perumahan Nasional, Serap Rp2,30 Triliun di Awal 2026

Berbagai varietas unggul turut diuji dalam program tersebut, antara lain PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Selain itu, petani juga menerapkan teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang hingga delapan kali dalam satu siklus tanam.

Head External Relation Growth PT Vale Endra Kusuma menjelaskan bahwa pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat ekonomi lokal melalui sektor pertanian.

“Melalui program ini, kami tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, dan praktik pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada para petani,” ujarnya.

Hasil panen menunjukkan perkembangan positif. Pada lahan organik seluas 10 are, varietas Trisakti mampu menghasilkan panen mencapai 6,9 ton. Sementara pada lahan konvensional seluas 26 are, total produksi dari enam varietas mencapai sekitar 15 ton.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Akbar mengapresiasi dukungan PT Vale dalam mendukung program ketahanan pangan daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan perusahaan sangat penting untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Jika perusahaan tambang ikut mendukung program ketahanan pangan seperti ini, target pemerintah untuk swasembada pangan akan lebih mudah tercapai,” tuturnya.

Program pengembangan pertanian PT Vale sendiri telah berjalan sejak 2021 melalui skema Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Hingga Oktober 2025, program tersebut telah melibatkan 55 petani, termasuk sembilan petani perempuan.

Melalui program demplot ini, PT Vale berharap model pertanian berkelanjutan yang dikembangkan dapat menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Kolaka serta mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.