GLOBALSULTENG.COM, PALU – Komnas HAM Sulteng menerjunkan tim investigasi buntut meninggalnya seorang pasien bernama Saharudin Landoala (22) pascaoperasi amandel di RSUD Kolonodale.
Langkah ini dilakukan sebagai respons adanya dugaan malpraktik. Tim investigasi melakukan pendalaman untuk memastikan apakah terjadi kelalaian prosedur atau pelanggaran standar pelayanan medis di rumah sakit tersebut.
Ketua Komnas HAM Sulteng Livand Breemer mengatakan tim investigasi juga akan meninjau kepatuhan terhadap prosedur pra-operasi, saat tindakan hingga penanganan pascaoperasi di RSUD Kolonodale.
“Kami juga akan menemui pihak keluarga korban untuk memastikan hak-hak mereka sebagai ahli waris terlindungi, termasuk hak atas informasi medis yang jujur,” kata Livand, Minggu (1/3/2026).
Baca juga: Sejumlah Mahasiswa Untad Terancam Cuti Paksa Akibat Telat Bayar UKT
Kamnas HAM mewanti-wanti agar semua pihak tak berupaya menutupi fakta dan menghalangi proses investigasi. Setiap kegagalan medis yang berujung kematian wajib diaudit secara independen untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya dan memulihkan kepercayaan publik.
“Jika ditemukan bukti kuat adanya kelalaian, kami akan merekomendasikan sanksi administratif berat hingga pendorongan ke ranah pidana,” ujarnya.
Livand mendorong agar Pemkab Morut bekerja sama dengan tim investigasi Komnas HAM Sulteng serta memberikan jaminan keamanan bagi saksi-saksi di lingkungan rumah sakit yang ingin memberikan keterangan jujur.
“Nyawa manusia tidak boleh dianggap sebagai risiko statistik semata, tim kami turun ke Kolonodale untuk memastikan bahwa hak untuk hidup tetap menjadi prioritas tertinggi di atas birokrasi medis apa pun,” tuturnya.
