GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menutup tahun 2025 dengan kinerja impresif di tengah moderasi ekonomi global.
Bank pelat merah tersebut membukukan laba bersih Rp57,132 triliun hingga Triwulan IV 2025, ditopang pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang kuat, serta kualitas aset yang terus membaik.
Capaian itu disampaikan Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Sepanjang 2025, total aset BRI tumbuh 7,2% year on year (YoY) menjadi Rp2.135 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 7,4% YoY menjadi Rp1.467 triliun, dengan rasio dana murah (CASA) meningkat ke level 70,6%.
Kredit tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan kredit nasional sebesar 9,6%.
Dari sisi profitabilitas, laba Rp57,132 triliun ditopang efisiensi biaya dana (Cost of Fund) yang turun menjadi 2,9% dari sebelumnya 3,1%. Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di 3,07%, dengan NPL coverage 178,1%.
Likuiditas tetap solid dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 91,4% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) 23,52%.
Kata Hery, stabilitas makroekonomi domestik menjadi fondasi utama. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat sekitar 5,1% dan diproyeksikan naik ke 5,2% pada 2026, dengan inflasi terkendali di kisaran 2,9%.
Kondisi tersebut menjaga daya beli dan membuka ruang kebijakan moneter yang lebih akomodatif.
“Fondasi ekonomi yang kuat memberi ruang bagi perbankan untuk terus ekspansi secara sehat,” ucap Hery.
BRI mempertegas posisinya sebagai bank yang fokus pada ekonomi kerakyatan. Sepanjang Januari–Desember 2025, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur.
Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan Rp80,09 triliun atau 44,97% dari total KUR.
Di sektor perumahan, BRI menyalurkan KPR Subsidi Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur, serta menargetkan pembiayaan 60 ribu unit rumah subsidi melalui skema FLPP pada 2026.
Baca juga: Bank Indonesia Sulteng Siapkan Uang Tunai Rp2,86 Triliun Jelang Lebaran 2026
BRI juga terlibat dalam berbagai program strategis pemerintah, termasuk bantuan sosial non-tunai dan penguatan ekosistem ultra mikro melalui Holding UMi bersama Pegadaian dan PNM.
Hingga akhir 2025, Holding Ultra Mikro telah menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif, dengan total simpanan emas mencapai 17,1 ton, tumbuh 65,5% YoY.
Sejak April 2025, BRI menjalankan transformasi “BRIVolution Reignite” dengan dua pilar utama: penguatan struktur pendanaan dan pembaruan bisnis inti sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.
Di sisi funding, BRI mengakselerasi pertumbuhan CASA melalui digitalisasi. Pengguna Super App BRImo mencapai 45,9 juta atau tumbuh 18,9% YoY, dengan nilai transaksi Rp7.057 triliun, naik 26,1%.
Volume transaksi merchant BRI melonjak 48,1% menjadi Rp223,2 triliun, sementara volume QRIS naik 100% YoY menjadi Rp85,6 triliun.
Di segmen wholesale, platform QLola mencatat 113 ribu pengguna aktif dengan volume transaksi Rp13.456 triliun, tumbuh 36,2% YoY.
Selain itu, BRI memperluas jaringan inklusi keuangan melalui lebih dari 1,1 juta Agen BRILink yang tersebar di 66 ribu desa, dengan total volume transaksi Rp1.746 triliun sepanjang 2025.
BRI juga memperkuat portofolio berkelanjutan. Hingga akhir 2025, pembiayaan berwawasan sosial mencapai Rp718,7 triliun (53,5% total kredit), sedangkan pembiayaan berwawasan lingkungan Rp93,2 triliun atau 7,1% dari total kredit.
Perusahaan anak BRI turut berkontribusi signifikan, dengan total aset tumbuh 23,3% menjadi Rp267 triliun dan laba bersih naik 16,1% menjadi Rp10,38 triliun, menyumbang 18,2% terhadap laba konsolidasi.
Memasuki 2026, BRI optimistis melanjutkan ekspansi secara prudent dengan fokus pada UMKM, penguatan dana murah, serta pengembangan bisnis konsumer dan wealth management.
“BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi memastikan setiap pertumbuhan memberi dampak nyata bagi rakyat dan perekonomian nasional,” ujar Hery.










