Seputar Sulteng

Sederet Kinerja Setahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Anwar Hafid-Reny Lamadjido

Global Sulteng
×

Sederet Kinerja Setahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Anwar Hafid-Reny Lamadjido

Sebarkan artikel ini
Sederet Kinerja Setahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Anwar Hafid-Reny Lamadjido
Setahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Anwar Hafid-Reny Lamadjido diwarnai tekanan fiskal akibat penyesuaian anggaran nasional. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Setahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Anwar Hafid-Reny Lamadjido diwarnai tekanan fiskal akibat penyesuaian anggaran nasional.

Namun, duet Anwar Hafid dan Reny Lamadjido memilih tetap melaju dengan menjaga program prioritas serta memperkuat layanan dasar.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kata Anwar Hafid, sejak awal efisiensi anggaran bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik. Seluruh perangkat daerah tetap fokus pada program yang berdampak langsung ke masyarakat.

“Pemerintah tidak boleh lemah, program prioritas harus tetap berjalan,” ucap Anwar Hafid saat kegiatan doa bersama setahun kepemimpinan di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Minggu (22/2/2026).

Menurut Anwar Hafid, di tengah keterbatasan fiskal, kinerja makro Sulteng menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 meningkat dari 72 menjadi 72,80.

Kemudian, untuk pertumbuhan ekonomi daerah juga bertahan pada peringkat kedua tertinggi secara nasional yang mencerminkan stabilitas ekonomi di tengah tekanan nasional.

Adapun pada sektor pendidikan, program Berani Cerdas menjadi andalan. Pemprov menggandeng sekitar 400 perguruan tinggi di seluruh Indonesia agar pembiayaan mahasiswa dilakukan langsung ke kampus, memangkas birokrasi dan memastikan kepastian biaya pendidikan.

Anwar Hafid menyebut bahwa skema tersebut sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Sulteng.

Baca juga: Pemprov Sulteng dan Sichuan Jalin Kerja Sama Perkuat Industri Pertanian-Ekspor ke Tiongkok

Pada sektor kesehatan setahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Anwar Hafid-Reny Lamadjido diuji saat lebih dari 111 ribu warga terdampak penonaktifan kepesertaan JKN.

Melalui program berani sehat, Pemprov Sulteng memastikan masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan hanya dengan KTP.

“Saya tidak ingin masyarakat takut berobat hanya karena kartu JKN nonaktif,” ujarnya.

Di bawah koordinasi Wakil Gubernur Reny Lamadjido, penguatan layanan kesehatan terus dipacu. Pada tahun 2025 menjadi tonggak sejarah dengan suksesnya operasi jantung terbuka pertama di RSUD Undata, mempertegas peningkatan kapasitas layanan rujukan daerah.

Reny Lamadjido juga memastikan langkah strategis jangka panjang melalui rencana pembukaan pendidikan dokter spesialis pada 2026 bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin dan RSUD Undata sebagai rumah sakit pendidikan utama.

“Anak-anak daerah tidak perlu lagi keluar jauh untuk menempuh pendidikan spesialis,” tuturnya.

Di bidang infrastruktur, Anwar Hafid dan Reny Lamadjido memprioritaskan pembukaan konektivitas wilayah, termasuk jalur Sausu–Sigi yang selama ini rawan longsor dan menghambat distribusi hasil perkebunan.

Langkah ini ditujukan untuk memperlancar mobilitas ekonomi dan mengurangi keterisolasian wilayah.

Sektor transportasi udara turut diperkuat melalui pembukaan penerbangan internasional serta pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri agar dapat menjadi embarkasi haji.

Memasuki tahun kedua, Anwar Hafid dan Reny Lamadjido berkomitmen untuk memperkuat fondasi pembangunan yang telah diletakkan pada tahun pertama, dengan fokus pada pelayanan dasar, penguatan SDM dan penggerak ekonomi rakyat.

Diketahui, kegiatan doa bersama itu dirangkaikan dengan dzikir, buka puasa, serta penyaluran lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat.