GLOBALSULTENG.COM, MOROWALI – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf memerintahkan jajaran perangkat daerah untuk segera bergerak cepat dan terukur dalam menjalankan program prioritas, khususnya di sektor perumahan dan sosial.
Hal itu disampaikan saat memimpin apel umum di Halaman Kantor Bupati, Kecamatan Bungku Tengah, Senin (23/2/2026).
Iksan Baharudin secara khusus meminta Dinas Perumahan dan Dinas Sosial segera menyusun data terperinci dan merumuskan langkah konkret yang akan dijalankan dalam tiga bulan ke depan.
Kata Iksan, kedua dinas tersebut tidak boleh menunda kerja dan harus memastikan setiap program berjalan dengan perencanaan yang matang.
“Data harus jelas, penerima manfaat harus terverifikasi, jangan bangun rumah kalau belum jelas siapa yang berhak menerima,” ucapnya.
Meski anggaran perumahan mencapai sekitar Rp43 miliar, Iksan menekankan dana tersebut tidak boleh dibelanjakan tanpa memastikan masyarakat yang paling membutuhkan benar-benar menjadi prioritas.
Menurutnya, program perumahan harus tepat sasaran dan menjawab kondisi riil di lapangan.
Baca juga: Sederet Kinerja Setahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Anwar Hafid-Reny Lamadjido
Ia menyoroti masih adanya warga di wilayah kepulauan Morowali yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Sejumlah rumah bahkan dihuni dua hingga tiga kepala keluarga sekaligus, dengan kondisi bangunan tidak layak dan terancam roboh. Situasi ini harus menjadi fokus utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program.
Iksan juga mengingatkan bahwa tahun kedua masa kepemimpinannya bukan periode yang bisa dijalankan secara biasa.
Ia menilai tahun kedua akan menjadi momentum pembuktian kemampuan pemerintah daerah dalam menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta bekerja serius, terukur, dan berorientasi pada hasil yang langsung dirasakan masyarakat.
Iksan berkomitmen untuk membangun Morowali dilandasi niat tulus untuk memperbaiki berbagai persoalan, terutama di bidang sosial dan kesejahteraan.
“Kepercayaan rakyat harus kita jawab dengan kerja nyata, jangan sampai ada program besar, tetapi dampaknya tidak dirasakan masyarakat,” ujarnya.


