GLOBALSULTENG.COM, PALU – Sebanyak 2.200 honorer di Sulawesi Tengah (Sulteng) belum terangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagian besar dari mereka telah dirumahkan.
Sebagian dari mereka telah mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), namun gagal lulus. Konsekuensinya, mereka tidak lagi memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi PPPK.
Sementara, honorer lainnya tidak sempat mengikuti CPNS dan juga tidak mendapatkan formasi pada seleksi PPPK tahap pertama hingga paruh waktu.
Keikutsertaan para honorer dalam seleksi CPNS, disebabkan karena tidak adanya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah bahwa yang belum masuk dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) bisa untuk mengikuti seleksi PPPK.
Tak adanya sosialisasi mengenai seleksi tersebut, membuat banyak honorer terjebak dalam pilihan yang keliru. Harapan untuk diangkat justru berujung pada kebuntuan administratif.
Sebelumnya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulteng telah menyatakan bahwa ribuan honorer tersebut tak boleh dirumahkan. Hal itu juga merupakan perintah dari Gubernur Anwar Hafid.
Baca juga: Abdul Karim Aljufri Buka ToT dan UKT Nasional PPS Satria Muda Indonesia di Kota Palu
Faktanya, sebagian besar telah dirumahkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tempat mereka bekerja. Sebagian juga masuk dalam skema outsourcing, karena anggaran yang mencukupi dari sebagian OPD.
Merespons itu, Wakil Ketua III DPRD Sulteng Ambo Dalle mengatakan bahwa pihaknya telah memperjuangkan para tenaga honorer tersebut. Namun, belum ada aturan terkait pengangkatan mereka.
“Bukan hanya di sulteng, ini terjadi di seluruh Indonesia,” ucap Ambo Dalle kepada GlobalSulteng, Kamis, 12 Februari 2026.
Soal skema outsourcing, kata Ambo Dalle kategorinya hanya diberlakukan kepada security, sopir dan cleaning service. Hal yang terjadi di Sulteng pun terjadi di seluruh Indonesia.
Ambo Dalle meminta agar ribuan honorer Sulteng yang belum terangkat, agar tetap bersabar sembari menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.
“Kami berharap seleksi PPPK ini akan bergulir terus, agar para honorer di sulteng bisa terakomodir,” ujarnya.












