GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkomitmen untuk mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sebuah inisiatif strategis pemerintah untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perbaikan lingkungan dan penguatan partisipasi sosial.
Gerakan ini menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari terciptanya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah sebagai ruang hidup masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli menggelar aksi “Bersih-bersih Pantai untuk Lingkungan Berkelanjutan” di Pantai Kedonganan, Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (6/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, ratusan relawan yang terdiri dari pekerja BRI dan masyarakat setempat turun langsung membersihkan sampah di kawasan Pantai Kedonganan dengan luas area mencapai 8.250 meter persegi.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan bahwa BRI secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif untuk membantu mengatasi persoalan sampah melalui program yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Aksi ini juga menjadi wujud kesiapan BRI untuk terus terlibat dalam berbagai kegiatan kerja bakti atau korve, termasuk Aksi Bersih Sampah Laut.
Baca juga: Menteri PKP Apresiasi Peran BRI Terhadap Keberhasilan Program Perumahan Rakyat
“Kami mengajak masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah pantai agar tidak mencemari laut dan ekosistem pesisir tetap terjaga. Ini merupakan komitmen nyata BRI dalam mendukung penanganan sampah, khususnya di Bali, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ucap Dhanny.
Dari aksi tersebut, BRI Peduli berhasil mengumpulkan sebanyak 931,16 kilogram sampah anorganikdengan potensi reduksi emisi karbon dioksida (CO₂) sebesar 2,19 ton.
Dhanny menambahkan, BRI Peduli sebelumnya juga telah melakukan berbagai intervensi lingkungan secara intensif dan terintegrasi di wilayah Bali.
Upaya tersebut meliputi pemasangan penghalang sampah (trash barrier) di sejumlah sungai (tukad), patroli harian untuk pembersihan dan pemilahan sampah, serta kegiatan pembersihan rutin setiap minggu.
“Kegiatan ini dilengkapi dengan sosialisasi dan edukasi kepada komunitas lokal untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, BRI Peduli juga menerapkan pengelolaan lingkungan berbasis satu wilayah kerja secara menyeluruh, mulai dari pemasangan jaring sampah, patroli terjadwal, audit sampah, edukasi, hingga pengolahan material sampah yang berhasil dikumpulkan.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilakukan dalam satu ekosistem lokal guna memastikan dampak program yang lebih mendalam, terukur, dan transparan.
Lebih lanjut, Dhanny menegaskan bahwa melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, BRI terus menjalankan berbagai inisiatif penanganan sampah secara berkelanjutan melalui program BRI Peduli “Yok Kita Gas”.
Sejak diluncurkan pada 2021, program “Yok Kita Gas” telah dilaksanakan di 41 lokasi di Indonesia, yang terdiri dari 5 lokasi pasar tradisional dan 36 lokasi di lingkungan masyarakat.
“Program ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen BRI dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada pilar pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan,” tuturnya.












