Nasional

Program PPM PT Vale Sukses Hidupkan Lahan Tidur, Petani Tondowolio Panen Jagung Pakan hingga 7 Ton per Hektare

Global Sulteng
×

Program PPM PT Vale Sukses Hidupkan Lahan Tidur, Petani Tondowolio Panen Jagung Pakan hingga 7 Ton per Hektare

Sebarkan artikel ini
Program PPM PT Vale Sukses Hidupkan Lahan Tidur, Petani Tondowolio Panen Jagung Pakan hingga 7 Ton per Hektare
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) berhasil menghidupkan kembali lahan tidur hingga menghasilkan panen jagung pakan dengan produktivitas menjanjikan di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) berhasil menghidupkan kembali lahan tidur hingga menghasilkan panen jagung pakan dengan produktivitas menjanjikan di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka.

Panen yang dilakukan Kelompok Tani Padaidi di Desa Tondowolio ini menjadi bukti konkret transformasi pertanian berbasis komunitas melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Lahan yang selama bertahun-tahun terbengkalai, kini berubah menjadi sumber penghidupan baru, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi petani lokal.

Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin mengatakan lahan seluas 27 hektare tersebut sempat dibuka pada 2015, namun tidak berlanjut dan akhirnya terbengkalai.

“Alhamdulillah, sejak tahun lalu lahan ini kembali dimanfaatkan, dari total 27 hektare yang tersebar di empat dusun, sekitar 5 hektare sudah ditanami jagung pakan, panen hari ini menandai kebangkitan pertanian berbasis kelompok tani di desa kami,” ucapnya, Kamis (8/1/2026).

Kemudian, Ketua Kelompok Tani Padaidi, Baharuddin menyebut bahwa produktivitas jagung pakan mencapai 6 hingga 7 ton per hektare. Saat ini, Kelompok Tani yang terbentuk pada November 2023 telah beranggotakan 22 orang dan siap memperluas area tanam.

Baca juga: PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang

“Selain hasilnya bagus, harga jagung pakan di Kolaka juga cukup stabil dan kompetitif, sekitar Rp5.000 sampai Rp6.000 per kilogram, ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan pertanian secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara, Head of External Regional and Growth PT Vale, Endra Kusuma, menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini merupakan bagian dari implementasi nyata Program PPM PT Vale di wilayah operasional.

“Ini adalah wujud dukungan kami dalam memberdayakan petani melalui pemanfaatan potensi lokal, kami meyakini kemandirian ekonomi masyarakat merupakan fondasi utama bagi pembangunan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Dia menambahkan, PT Vale akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat untuk menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi lokal, sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan inklusivitas yang diusung perusahaan.

“Melalui Program PPM PT Vale IGP Pomalaa, perusahaan menargetkan dampak jangka panjang bagi masyarakat Kolaka, tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, program ini juga menghidupkan kembali lahan-lahan tidur agar menjadi sumber ekonomi baru,” jelasnya.