GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjadikan tahun 2025 sebagai titik krusial perjalanan transformasinya.
Memasuki usia ke-130 tahun, BRI tak hanya memperkuat fondasi bisnis, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi nasional yang tumbuh bersama masyarakat.
Di tengah tekanan ekonomi global, BRI justru menatap 2026 dengan optimisme.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut keyakinan tersebut ditopang oleh kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan di seluruh lini bisnis.
“Kinerja positif ini menunjukkan strategi transformasi yang kami jalankan melalui BRIVolution Reigniteberjalan efektif,” ucapnya, Senin (22/12/2025).
Transformasi tersebut berlangsung seiring babak kepemimpinan baru di tubuh BRI.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Maret 2025, Hery Gunardi resmi diangkat sebagai Direktur Utama BRI.
Dengan pengalaman lebih dari 34 tahun di industri perbankan, Hery dikenal sebagai sosok yang terlibat langsung dalam sejumlah agenda strategis nasional, termasuk pendirian Bank Mandiri hingga pengawalan merger bank syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).
Di bawah kepemimpinan Hery, BRI memantapkan arah transformasi melalui BRIVolution Reignite, yang menitikberatkan pada penguatan struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan dengan pendekatan customer-centric.
Langkah transformasi itu berbuah pada kinerja keuangan yang solid. Hingga Triwulan III 2025, BRI membukukan laba Rp41,2 triliun.
Total aset tumbuh 8,2% secara tahunan menjadi Rp2.123,4 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.474,8 triliun, sementara penyaluran kredit tercatat Rp1.438,1 triliun.
Dari sisi permodalan, BRI menjaga CAR di level 25,4% dengan likuiditas sehat, tercermin dari LDR 86,5%.
Tak hanya soal angka, BRI juga memperkuat identitasnya melalui corporate rebranding yang diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun ke-130 pada 16 Desember 2025.
Baca juga: Nama-nama 36 Pejabat Eselon II yang Dilantik Gubernur Anwar Hafid Hari Ini
Rebranding ini mengusung positioning “Satu Bank Untuk Semua”, menegaskan BRI sebagai bank yang modern, inklusif dan tetap berpijak pada DNA keberpihakan kepada rakyat serta UMKM.
“Brand BRI harus relevan dengan perubahan zaman, tapi tetap sangat Indonesia,” ujarnya.
Disisi ekonomi kerakyatan, kontribusi BRI kian terasa. Hingga November 2025, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp163,38 triliun kepada 3,5 juta debitur, dengan 64,6% mengalir ke sektor produktif, terutama pertanian.
Jaringan 1,2 juta BRILink Agen pun telah menjangkau lebih dari 80% desa di Indonesia, memfasilitasi lebih dari 1 miliar transaksi senilai Rp1.592 triliun.
BRI juga aktif mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari KPR Subsidi Rp15,87 triliun untuk lebih dari 115 ribu masyarakat berpenghasilan rendah, dukungan pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis, hingga penguatan inklusi keuangan di tingkat desa melalui pendampingan Koperasi Desa Merah Putih.
Peran tersebut semakin lengkap dengan kehadiran BRI dalam aksi kemanusiaan. Melalui inisiatif “Satukan Langkah untuk Sumatra”, BRI Group menyiapkan Rp50 miliar untuk pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, melengkapi aksi tanggap darurat yang telah menjangkau lebih dari 82 ribu warga terdampak.
Atas konsistensi kinerja dan kontribusinya, sepanjang 2025 BRI meraih 163 penghargaan, termasuk dinobatkan sebagai Bank of The Year 2025 in Indonesia oleh The Banker dan menjadi perusahaan publik Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam Forbes Global 2000.
Di usia 130 tahun, BRI menegaskan bahwa transformasi bukan sekadar agenda bisnis, melainkan komitmen jangka panjang untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dari pusat kota hingga ke pelosok desa.












