Seputar Sulteng

Berani Sehat dan Berani Cerdas Bukti Nyata Realisasi Janji Politik Anwar Hafid-Reny Lamadjido

Global Sulteng
×

Berani Sehat dan Berani Cerdas Bukti Nyata Realisasi Janji Politik Anwar Hafid-Reny Lamadjido

Sebarkan artikel ini
Berani Sehat dan Berani Cerdas Bukti Nyata Realisasi Janji Politik Anwar Hafid-Reny Lamadjido
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) di bawah kepemimpinan Anwar Hafid-Reny Lamadjido menunjukkan bukti nyata realisasi janji di sektor pendidikan dan kesehatan. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) di bawah kepemimpinan Anwar Hafid-Reny Lamadjido menunjukkan bukti nyata realisasi janji di sektor pendidikan dan kesehatan.

Dua program unggulan, Berani Cerdas dan Berani Sehat, saat ini menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Bumi Tadulako.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Dalam sektor pendidikan, Program Beasiswa Berani Cerdas mencatat capaian signifikan.

Hingga akhir tahun anggaran 2025, program ini telah menjangkau 23.569 pelajar dan mahasiswa, dengan total anggaran lebih dari Rp84 miliar yang dialokasikan khusus untuk pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengatakan, Berani Cerdas mulai dijalankan sejak April 2025, atau sekitar sembilan bulan lalu, dan sempat menghadapi tantangan di tahap awal pelaksanaan.

“Karena ini program baru, awalnya banyak yang belum percaya, ada yang mendaftar tapi tidak melanjutkan, namun kami terus lakukan verifikasi dan pendataan,” ucapnya saat Live Podcast Akhir Tahun bertajuk “Satu Tahun 9 Program BERANI, dari Janji Menjadi Bukti”, Senin (29/12/2025).

Data menunjukkan, jumlah pendaftar awal mencapai sekitar 80 ribu orang. Setelah melalui proses verifikasi administrasi dan sinkronisasi data, angka tersebut menyusut menjadi 53 ribu, hingga akhirnya tersaring 23.569 penerima aktif yang benar-benar memenuhi kriteria.

Kata Anwar Hafid, sebagian pendaftar gugur karena telah menerima beasiswa dari sumber lain. Selain itu, Pemprov Sulteng juga menyesuaikan kebijakan dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Di daerah seperti Morowali, kami tidak intervensi karena pemerintah kabupatennya sudah menjalankan program beasiswa serupa, jadi tidak tumpang tindih,” ujarnya.

Baca juga: Pengelolaan Lingkungan PT Vale di Morowali Layak Jadi Contoh Perusahaan Lain, Bupati Iksan: Saya Salut dan Bangga

Berani Cerdas menyasar peserta didik dari berbagai jenjang, mulai dari SMA, SMK, SLB, hingga perguruan tinggi, dengan tujuan utama menekan angka putus sekolah dan menjaga keberlanjutan pendidikan.

Selain pendidikan, Program Berani Sehat juga menjadi program yang telah berjalan penuh dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Program ini memperkuat akses layanan kesehatan, terutama bagi warga kurang mampu, serta mendorong pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke daerah terpencil.

Menurut Anwar Hafid, keberhasilan dua program ini tidak terlepas dari keberanian pemerintah melakukan efisiensi anggaran di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“APBD sudah ditetapkan sebelum pemerintahan BERANI berjalan, maka kami lakukan efisiensi belanja aparatur, perjalanan dinas, dan belanja operasional agar anggaran bisa dialihkan ke sektor prioritas seperti pendidikan dan kesehatan,” tuturnya.

Dalam sembilan bulan pelaksanaan, Berani Cerdas dan Berani Sehat dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat, sekaligus menjadi strategi jangka menengah pemerintah provinsi dalam menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kedua program tersebut merupakan bagian dari Sembilan Program BERANI yang menjadi arah kebijakan pembangunan Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido.

“Berani Cerdas dan Berani Sehat adalah bukti bahwa janji politik bisa diwujudkan menjadi program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” jelasnya.