GLOBALSULTENG.COM, PARIMO – LSM Format Parimo merespons operasi penertiban tambang emas ilegal yang dilakukan Gakkumhut Wilayah Sulawesi, Seksi Wilayah II dan Dishut Sulteng di Desa Gio Barat, Kecamatan Moutong.
LSM Format menilai operasi penertiban tersebut tak efektif dan hanya formalitas belaka, karena tidak mengungkap siapa cukong tambang emas ilegal.
“Ini mohon maaf ya, semacam akal-akalan saja, karena tidak membongkar siapa di balik tambang ilegal ini,” ucap Ketua LSM Format, Rustam Husen melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (15/11/2025).
Rustam merincikan, alat berat yang beroperasi di Desa Gio Barat Parimo sekitar 15 unit, tetapi petugas hanya berhasil menyita 2 unit dan menangkap 2 orang yakni operator alat berat dan teknisi mesin dompeng.
Kata Rustam, Gakkumhut dan Dishut harusnya serius dalam melakukan penindakan terhadap para cukong-cukong tambang ilegal tersebut.
Berdasarkan informasi yang berhadil dihimpun tim media di lapangan, sekitar 7 unit alat berat yang beroperasi adalah milik seseorang berinisial Koh FR.
Baca juga: Gakkumhut-Dishut Sulteng Tangkap Dua Penambang Emas Ilegal di Gio Barat Parimo
“Dia ini yang punya 7 alat berat, di bagi-bagi dengan orangnya di lapangan, ada yang dua unit dan tiga unit, beda-beda orangnya,” kata sumber yang tak ingin disebutkan namanya.
Lebih lanjut, sumber membeberkan bahwa Koh FR ini merupakan pengusaha asal Kabupaten Tolitoli terutama pembeli emas-emas dari aktivitas ilegal. Dia pun memfasilitasi alat berat untuk bekerja secara ilegal.
Kemudian, Koh FR saat ini telah menetap di Kota Palu dan diduga mempunyai relasi kuat dengan pihak-pihak tertentu untuk menjalankan bisnis tambang ilegal khususnya di Parimo.
“Dugaan kami masih banyak alat berat yang disembunyikan di hutan-hutan dan pemukiman warga, tapi tidak disita petugas, ini ada apa,” ujarnya.
Tak hanya di di Gio Barat (Hulu Sungai Taopa), aktivitas serupa juga marak di Lobu, Lambunu dan Desa Karya Mandiri.
Meski begitu, Rustam mengapresiasi operasi yang dilakukan pihak Gakkumhut dan Dishut dalam menertibkan tambang ilegal, meski belum mengungkap cukong dibalik kegiatan tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih atas operasi ini, tapi tidak menyasar pada pemodal utama, kami menduga dua orang ini hanya tumbal dari kegiatan ilegal,” tuturnya.
Rustam juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulteng Anwar Hafid yang telah merespon dengan tegas kegiatan tambang emas ilegal di Desa Gio Barat.
Rustam berharap, Gubernur Anwar Hafid secara tegas memerintahkan jajarannya untuk mengejar siapa pelaku yang sesungguhnya.
“Tangkap juga oknum warga yang mengkapling lokasi yang masuk kawasan kehutanan, sebab, mereka tidak memiliki alas hak atas lokasi tersebut,” jelasnya.












