GLOBALSULTENG.COM, MOROWALI – Sekretaris Daerah (Sekda) Yusman Mahbub membuka kegiatan publikasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Tahun 2020-2045, bertempat di Aula Kantor Bupati Morowali, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan yang digagas Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKBD) Kabupaten Morowali ini juga dirangkaikan dengan, penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tingkat Kabupaten Morowali Tahun 2025.
Yusman Mahbub menyampaikan, Grand Design Pembangunan Kependudukan ini harus bisa menjadi arah dan pedoman menata kependudukan 25 tahun mendatang, agar menampilkan parameter-parameter kependudukan terarah dan jelas, serta persiapan dalam memanfaatkan bonus demografi sekarang sampai Tahun 2035 dan persiapan Morowali memasuki Indonesia Emas 2045.
GDPK Kabupaten Morowali mencangkup lima aspek pembangunan kependudukan antaranya yakni, Pengendalian kualitas penduduk, Peningkatan kualitas penduduk, Pengarahan mobilitas penduduk, Pembangunan keluarga, serta Pembangunan database kependudukan.
Baca juga: Program Akhir Tahun, Pemprov Sulteng Bebaskan Tunggakan Pajak dan Denda Kendaraan Bermotor
Selain itu, Morowali memiliki jumlah penduduk yang besar dan berbeda karakteristik yang perlu terus di monitor dan ditetapkan sebagai peta acuan sampai ke level terbawah yang sangat berpengaruh terhadap pembangunan, sehingga dengan adanya GDPK ini akan mempercepat terwujudnya kualitas sumber daya manusia di Morowali yang berdaya saing.
“Untuk mengimplementasikan Grand Design Pembangunan Kependudukan 2025-2045 dalam jangka menengah maka, diperlukan penyusunan Peta Jalan Penduduk Tahun 2025-2030 di tingkat kabupaten yang juga sama tingkat provinsi dan Nasional,” ujar Yusman Mahbub saat membuka kegiatan tersebut.
Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Tenny C Soriton mengatakan bahwa, tujuan utama pelaksanaan GDPK dan Peta Jalannya yakni untuk tercapainya kualitas penduduk yang tinggi, sehingga mampu menjadi faktor penting dalam mencapai kemajuan bangsa dengan Sumber Daya Manusia yang unggul, serta mewujudkan penduduk tumbuh seimbang, hingga dapat dipercaya.
Sementara itu, dalam laporan ketua panitia pelaksana kegiatan, Jumiati menjelaskan, manfaat adanya dokumen GDPK dan PJPK yang diinternalisasi di daerah, diharapkan akan tercipta pembangunan berkelanjutan, terencana, dan berbasis data, sehingga mampu mengoptimalkan bonus demografi dan mengatasi berbagai tantangan kependudukan untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari Akademisi dan Tim Provinsi Sulteng, serta Narasumber dari Kabupaten Morowali.
Sumber: morowalikab.go.id.












