Seputar Sulteng

FORMAT Ungkap Sejumlah Pemilik Alat Berat di Hulu Sungai Taopa, Aktivitas Tambang Emas Ilegal Diduga Dibeking Oknum Tertentu

Global Sulteng
×

FORMAT Ungkap Sejumlah Pemilik Alat Berat di Hulu Sungai Taopa, Aktivitas Tambang Emas Ilegal Diduga Dibeking Oknum Tertentu

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
FORMAT Ungkap Sejumlah Pemilik Alat Berat di Hulu Sungai Taopa, Aktivitas Tambang Emas Ilegal Diduga Dibeking Oknum Tertentu
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Rakyat Merdeka Tanggap (FORMAT) mengungkap sejumlah pemilik alat berat di lokasi tambang ilegal di Hulu Sungai Taopa, Parigi Moutong (Parimo). Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PARIMO – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Rakyat Merdeka Tanggap (FORMAT) mengungkap sejumlah pemilik alat berat di lokasi tambang ilegal di Hulu Sungai Taopa, Parigi Moutong (Parimo).

Ketua Format Rustam Husen menduga sekitar 15 unit alat berat yang beroperasi di Hulu Sungai Taopa Parimo. Aktivitas ilegal tersebut pun banyak dikeluhkan oleh warga setempat.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kata Rustam Husen, pemilik alat berat tersebut diduga adalah milik H. KWN 2 unit, AO 2 unit, GR 5 unit, LE 2 unit dan RK 4 unit.

Bahkan, Rustam menduga aktivitas yang dilakukan itu dibeking oleh pihak-pihak tertentu, sehingga para pelaku bebas mengeruk gunung dan menggali sungai.

Aktivitas tambang emas ilegal tersebut itu diduga bukan hanya ada di Hulu Sungai Taopa, tetapi juga di Lambunu, Karya Mandiri, Lobu serta beberapa desa lainnya.

Baca juga: Yayasan Sikola Mombine Desak Polda Sulteng Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual Tiga Anak Kaka Beradik di Sigi

Rustam mendesak agar Polisi Kehutanan Penegakan Hukum (Polhut Gakkum) segera melakukan investigasi dan menangkap seluruh cukong tambang ilegal tersebut.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Polhut Gakkum harus tegas, tangkap mereka, karena sudah merusak hutan dan aliran sungai,” ucapnya melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (8/11/2025).

Rustam menambahkan, jika aktivitas tersebut mulai diketahui oleh aparat, pihak-pihak yang terlibat akan segera memerintahkan pekerjanya untuk menyembunyikan alat berat ke hutan-hutan di sekitar lokasi.

“Kalau ada operasi penertiban, mereka diperintah sembunyikan alat di hutan seolah-olah tidak ada aktivitas, kami menduga ada oknum tertentu terlibat,” ujarnya.