GLOBALSULTENG.COM, PALU – Aliansi Honorer Kota Palu mengungkap adanya kejanggalan dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024 di Kota Palu.
Bahkan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Aliansi Honorer buka-bukaan soal dugaan adanya honorer siluman yang berhasil lulus seleksi PPPK.
Perwakilan Aliansi Honorer Kota Palu berinisial AK menyebutkan bahwa sejumlah honorer siluman yang lulus seleksi PPPK diantaranya bekerja di dealer, hotel dan ada yang mempunyai keluarga di BKPSDMD.
Baca juga: Aliansi Honorer Kota Palu Minta Usut Dugaan Honorer Siluman Lulus Seleksi PPPK
Tak hanya itu, honorer siluman yang lulus PPPK di Kota Palu terdapat istri dari oknum lurah hingga ada pelatih zumba.
“Ada juga bapaknya penjaga sekolah, tapi anaknya yang ikut seleksi, ada yang kerja di morowali 6 tahun, karena ada seleksi dia pulang serta ada yang pernah honor di untad, karena terseret korupsi dia dikeluarkan, tetapi lulus seleksi,” ucapnya.
Aliansi Honorer pun mengaku kecewa dengan adanya honorer siluman tersebut. Para honorer yang telah lama mengabdi dan seharusnya menjadi prioritas, harus tersingkirkan.
Kabarnya, honorer siluman di Kota Palu yang lulus seleksi PPPK berjumlah sekitar 390 orang.
Aliansi Honorer pun mengklaim bahwa Kota Palu tidak mengusulkan PPPK paruh waktu karena diduga adanya pembengkakan anggaran akibat masuknya honorer siluman yang dinyatakan lulus tersebut.
Mereka juga meminta adanya kejelasan ihwal pengangkatan PPPK penuh waktu bagi tenaga honorer R2-R3 dan PPPK paruh waktu untuk R4-R5 yang betul mengabdi seusai dengan peraturan seleksi.
Sementara, Ketua Komisi A Irsan Satria menyampaikan bahwa pihaknya akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawal seluruh permintaan aliansi honorer.
“Tapi nanti saya akan rapat internal dulu untuk pembentukan pansus, yang jelas permintaan ini kami kawal,” ujarnya.
Baca juga: Anwar Hafid Akan Menata Kembali Sumber Daya Alam untuk Cegah Praktik Ilegal
Dia menambahkan, pihaknya berencana berkunjung ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) untuk membahas honorer siluman tersebut.
“Kami juga akan meminta hasil temuan Inspektorat serta nama-nama yang telah didata aliansi honorer terkait honorer siluman yang lulus PPPK itu,” tuturnya.












