GLOBALSULTENG.COM, PALU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu Ulfa melaksanakan reses caturwulan III masa persidangan tahun 2025.
Reses atau penjaringan aspirasi tersebut dilaksanakan di Jl Tandu Lembah, Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Rabu (22/10/2025).
Aspirasi yang paling banyak disampaikan warga berkaitan dengan ketersediaan air bersih dan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang hingga kini masih minim di beberapa titik permukiman.
Menurut Ulfa, persoalan air di wilayah Kayumalue Ngapa sudah berlangsung lama dan berdampak langsung terhadap produktivitas masyarakat.
Baca juga: Digitalisasi Jadi Kunci Wujudkan Sulawesi Tengah Sebagai Poros Sawit Indonesia
“Ada sekitar 200 hektare lebih lahan yang kesulitan mendapatkan air, akibatnya, lahan-lahan tersebut banyak yang dibiarkan terbengkalai, bahkan dijual murah karena tidak bisa digarap,” ucapnya.
Ulfa yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengaku telah meninjau langsung lokasi sebelum dirinya menjabat sebagai anggota DPRD Palu.
Salah satu opsi yang pernah dikaji adalah pembangunan cekdam untuk menampung dan mengalirkan air ke wilayah Palu Utara.
“Namun, hasil kajian menunjukkan lokasi ideal pembangunan cekdam justru berada di wilayah Kabupaten Donggala. Ini yang sedang terus kami koordinasikan karena biayanya cukup besar,” ujarnya.
Ulfa menambahkan, estimasi biaya pembangunan cekdam mencapai Rp1 miliar lebih, sementara anggaran daerah Kota Palu saat ini belum mampu menanggung kebutuhan tersebut.
“Cekdam-nya berada di Donggala, tapi penerima manfaatnya warga Kota Palu, jadi ini yang terus saya koordinasikan,” tuturnya.
Baca juga: Gubernur Sulteng Soroti Kejanggalan Perpanjangan HGB di Kawasan Trans LIK Tondo
Selain persoalan air, warga juga mengeluhkan kurangnya lampu jalan di beberapa titik yang rawan dan membahayakan pengguna jalan.
Menanggapi hal itu, Lurah Kayumalue Ngapa, Madawarni menjelaskan bahwa dalam anggaran perubahan tahun 2025, pemerintah hanya memasang dua titik lampu jalan baru di Kelurahan Kayumalue Ngapa.
“Untuk titik-titik lainnya akan diusulkan dan dianggarkan pada tahun 2026,” jelasnya.












