GLOBALSULTENG.COM, PALU – Komisi A DPRD Kota Palu melakukan kunjungan kerja ke RSUD Anutapura Palu untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga ruang perawatan inap, Senin (13/10/2025).
Ketua Komisi A, Irsan Satria, menegaskan bahwa pihak rumah sakit perlu terus mempertahankan standar pelayanan sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis.
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran tahunan, termasuk biaya air dan kebutuhan operasional rutin.
Baca juga: Turnamen BERANI Cup 2025 di Donggala Resmi Dibuka, Gubernur Anwar Hafid Cetak Gol untuk Pemprov FC
“Pelayanan di rumah sakit daerah harus terus ditingkatkan, bukan hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga dari efisiensi penggunaan anggaran,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi A, Rini Haris, menyoroti masih lambannya penanganan pasien di IGD meskipun ketersediaan ruangan mencukupi.
Ia menilai perlu ada penambahan tenaga medis untuk mengurangi beban kerja staf dan mempercepat layanan kepada masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan RS Anutapura, Gusti Ayu Ngurahsusanti, mengakui masih adanya kekurangan sumber daya manusia, termasuk tenaga untuk layanan ambulans.
“Satu unit ambulans saja biayanya mencapai Rp1 miliar. Selain itu, kami sudah mengusulkan penambahan 45 perawat serta beberapa alat penunjang operasi yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, RSUD Anutapura mengajukan total anggaran sebesar Rp219,4 miliar, yang mencakup gaji pegawai, operasional Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.
Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya antara DPRD dan pihak rumah sakit, dengan fokus memastikan kebutuhan RSUD Anutapura dalam hal operasional BLUD, pengembangan SDM, serta peningkatan pelayanan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.












