Seputar Sulteng

Resmi! Kementerian ESDM Tetapkan 24 Situs di Kabupaten Poso sebagai Warisan Geologi, Berikut Daftarnya

Global Sulteng
×

Resmi! Kementerian ESDM Tetapkan 24 Situs di Kabupaten Poso sebagai Warisan Geologi, Berikut Daftarnya

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Resmi! Kementerian ESDM Tetapkan 24 Situs di Kabupaten Poso sebagai Warisan Geologi, Berikut Daftarnya
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan 24 situs warisan geologi (geoheritage) yang tersebar di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan 24 situs warisan geologi (geoheritage) yang tersebar di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Penetapan 24 situs warisan geologi itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor: 265.K/GL.01/MEM.G/2025 tentang Penetapan Warisan Geologi (Geoheritage) di Kabupaten Poso.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kepala Dinas ESDM Sulteng Ajenkris mengatakan Kabupaten Poso memiliki warisan geologi yang telah memenuhi kriteria untuk dilindungi, dilestarikan dan dimanfaatkan sebagai objek penelitian maupun pendidikan kebumian serta pengembangan konsep geopark.

“Penetapan warisan geologi itu dapat dijadikan dasar pengembangan konsep geopark,” ucapnya, Jumat (19/9/2025).

Baca juga: Reses Ketua DPRD Sulteng Arus Abdul Karim: Warga Minta Bantuan Usaha hingga Perbaikan Infrastruktur

Disisi lain, Ketua Tim Penyusun Rencana Induk Geopark Poso Lian Gogali menyebut penetapan ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap kekayaan geologi di Kabupaten Poso yang memiliki nilai ilmiah, edukasi, ekonomi sekaligus budaya.

“Penetapan ini memperkuat posisi poso dalam peta geoheritage nasional yang sebelumnya sudah ada di sejumlah wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Lian Gogali, daerah mendapatkan berbagai manfaat dengan adanya pengakuan tersebut. Tentunya, hal itu akan membuka peluang dalam pengembangan pariwisata berbasis alam serta budaya secara berkelanjutan.

Kemudian, memberikan dasar kuat bagi pemerintah daerah dalam menyusun rencana induk geopark dan strategi pengelolaan kawasan.

“Bisa juga menjadi sumber pembelajaran penting bagi generasi muda, peneliti, dan masyarakat umum terkait kekayaan geologi poso,” tuturnya.

Diketahui, usulan penetapan Warisan Geologi Poso lahir, berkat bersama sejak Ekspedisi Poso 2019 yang melibatkan akademisi, peneliti, pegiat literasi, komunitas akar rumput dan organisasi masyarakat sipil.

Kemudian, pada tahun 2022, tim Ekspedisi Poso secara resmi mengajukan usulan tersebut kepada pemerintah.

Baca juga: Honorer Pemprov Sulteng yang Tak Lulus CPNS Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu? Begini Penjelasan BKD

Berikut daftar 24 situs di Kabupaten Poso yang ditetapkan sebagai warisan geologi:

1.Mata Air Panas Pantangolemba di Desa Pantangolemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan.

2.Hipostratotipe Formasi Puna Tangkura di Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan.

3.Sinklin Pandiri di Desa Pandiri, Kecamatan Lage.

4.Endapan Debris Tampemadoro di Desa Tampemadoro, Kecamatan Lage.

5.Sekis Hijau Panjoka di Desa Panjoka, Kecamatan Pamona Utara.

6.Batugamping Gneiss Panjoka di Desa Panjoka, Kecamatan Pamona Utara.

7.Batugamping Malihan Wawondoda Sawidago di kelurahan Sawidago, Kecamatan Pamona Utara.

8.Ketidakselarasan Petirodongi di Kelurahan Petirodongi, Kecamatan Pamona Utara.

9.Conical Hilss Posunga di Kelurahan Pamona, Kecamatan Pamona Puselemba.

10.Gua Latea di Kelurahan Tentena, Kecamatan Pamona Puselemba.

11.Endapan Danau Poso Ceruk Tangkaboba di keluarahan Sangele, Kecamatan Pamona Puselemba.

12.Batugamping Formasi Poso Gua Pamona di Kelurahan Pamona, Kecamatan Pamona Puselemba.

13.Travertine Saluopa di Desa Wera, Kecamatan Pamona Puselemba.

14.Zeolit Pompangeo Taripa di Desa Taripa, Kecamatan Pamona Timur.

15.Foliasi Taripa di Desa Taripa, Kecamatan Pamona Timur.

16.Filit Pompangeo Matialemba di Desa Matialemba, Kecamatan Pamona Timur.

17.Gua Korobono di Desa Tindoli, Kecamatan Pamona Tenggara.

18.Air Terjun Kandela di Desa Tindoli, Kecamatan Pamona Tenggara.

19.Triangular Facet Padamarari di Desa Taipa, Kecamatan Pamona Barat.

20.Hipostratotipe Formasi Latimojong Bomba di Desa Bomba, Kecamatan Lore Selatan.

21.Intrusi Diorit Bomba di Desa Bomba, Kecamatan Lore Selatan.

22.Sungai Purba Malei Badangkala di Desa Badangkala, Kecamatan Lore Selatan.

23.Granodiorit Air Terjun Betaua di Desa Kolori, Kecamatan Lore Barat.

24.Mata Air Panas Lengkeka di Desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat.