GLOBALSULTENG.COM, PALU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulawesi Tengah (Sulteng) serta Tim Pertumbuhan Ekonomi Daerah melaksanakan pelatihan ekspor dan business matching bagi pelaku usaha packing house durian.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar Internasional.
Pasalnya, sebagian besar pelaku usaha masih memasarkan produk dalam bentuk segar di pasar lokal. Sehingga nilai tambah belum optimal. Provinsi Sulteng dikenal memiliki potensi besar sebagai penghasil durian unggulan.
Adapun dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, para pelaku usaha dibekali dengan materi prosedur ekspor, standar mutu internasional, sistem ketertelusuran produk, strategi pemasaran digital hingga akses pembiayaan dan asuransi ekspor.
Kepala OJK Sulteng Bonny Hardi Putra mengatakan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan dan pelaku usaha sangat penting untuk akses pembiayaan, pasar, dan ekosistem usaha yang inklusif.
“Melalui pelatihan ekspor dan business matching ini, kami ingin memastikan pelaku usaha lokal tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki dukungan akses pembiayaan, pasar, dan ekosistem usaha yang inklusif untuk mendorong ekspor berkelanjutan,” ucapnya di Hotel Khas Palu, Kamis, 11 September 2025.
Baca juga: Nawacita Berani Solusi Anwar Hafid Sejahterakan Masyarakat Sulteng
Sementara, Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi peluang berharga bagi pelaku usaha durian untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas jejaring ke pasar global.
“Durian Sulteng harus kita dorong menjadi ikon ekonomi kreatif daerah, selain diekspor dalam bentuk segar, durian juga berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah yang membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM serta memperkuat branding daerah di pasar internasional,” ujarnya.












