GLOBALSULTENG.COM, PALU – Gubernur Sulteng Anwar Hafid menerima kunjungan PT Cahaya Ilmu Kreatif dalam rangka membahas rencana kerja sama penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan bahasa mandarin.
Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri pertambangan.
Kata Anwar Hafid, Pemprov Sulteng ingin memastikan pelatihan benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Sehingga, sebelum pelatihan dimulai, Pemprov Sulteng akan mendorong perusahaan-perusahaan di kawasan industri untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU).
“Agar jumlah dan kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan jelas sejak awal, kita tidak ingin melatih orang tanpa arah, pelatihan harus berbasis kebutuhan perusahaan,” ucapnya, Kamis (4/9/2025).
Melalui skema ini, Pemprov Sulteng akan menjadi pintu utama rekrutmen tenaga kerja.
Mekanismenya, perusahaan menyampaikan kebutuhan, pemerintah mengoordinasikan pelatihan melalui PT Cahaya Ilmu Kreatif dan mitra lainnya. Adapun lulusan pelatihan langsung disalurkan kembali ke perusahaan.
“Peserta akan kita prioritaskan dari lulusan SMK, politeknik, dan masyarakat umum di Sulteng, prinsipnya, ini semua untuk membuka akses kerja seluas-luasnya bagi putra-putri daerah,” ujarnya.
Baca juga: Dana Transfer Daerah 2026 Susut, Anwar Hafid Minta OPD Kreatif Cari Program ke Pusat
Pelatihan yang disiapkan meliputi kemampuan bahasa Mandarin tingkat dasar hingga teknis industri, dipadukan dengan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Disisi lain, perwakilan PT Cahaya Ilmu Kreatif, Yeni menambahkan, dalam enam bulan, peserta sudah bisa berkomunikasi sehari-hari sekaligus memahami istilah industri dan pertambangan.
“Ini sangat dibutuhkan karena sebagian besar peralatan di kawasan industri berbasis teknologi Tiongkok,” tuturnya.












